
Sawahlunto kembangkan pengawasan keamanan pangan berbasis komunitas

Sawahlunto (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Sawahlunto mengembangkan pengawasan keamanan pangan berbasis komunitas dengan melibatkan pemerintah kelurahan, sekolah, kader PKK, dan pengelola pasar untuk memperluas edukasi terkait pangan tersebut.
Program tersebut dikembangkan melalui Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan dengan menetapkan Kelurahan Pasar sebagai kelurahan percontohan dan SMP Negeri 1 Sawahlunto sebagai sekolah percontohan keamanan pangan.
Kepala Loka POM di Sijunjung Putra Gusrianto dihubungi dari Sawahlunto, Selasa, mengatakan pendekatan berbasis komunitas menjadi strategi untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan melalui keterlibatan aktif masyarakat, sehingga upaya pencegahan terhadap pangan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan dapat dilakukan lebih dini.
"Pengawasan keamanan pangan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Melalui pendekatan ini masyarakat didorong ikut mengenali, memilih, mengolah, dan mengawasi pangan yang aman di lingkungannya," kata Putra pada kegiatan monitoring dan evaluasi Gerakan Optimalisasi Keamanan Pangan di Balai Kota Sawahlunto.
Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto Rovanly Abdams mengatakan pemerintah daerah memperkuat implementasi program tersebut dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat sesuai peran masing-masing, mulai dari pemerintah kelurahan, sekolah, kader TP-PKK, hingga pengelola pasar.
Menurut dia, SMP Negeri 1 Sawahlunto ditetapkan sebagai sekolah percontohan keamanan pangan dengan dua kantin sekolah mendapat pendampingan untuk menerapkan standar keamanan pangan.
Sementara itu, Kelurahan Pasar menjadi lokasi edukasi keamanan pangan melalui pemberdayaan kader TP-PKK mengingat wilayah tersebut berada di pusat aktivitas perdagangan dan kuliner.
Kepala SMP Negeri 1 Sawahlunto Budi Rahardjo mengatakan pendampingan terhadap kantin sekolah bertujuan meningkatkan penerapan standar keamanan pangan, sehingga peserta didik memperoleh pangan yang aman selama berada di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Lurah Pasar Fauzan Delesa mengatakan kader TP-PKK akan berperan menyebarluaskan edukasi mengenai keamanan pangan kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan pengawasan berbasis komunitas di kawasan Pasar Remaja.
Di sektor perdagangan, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Sawahlunto Tatang Sumarna mengatakan UPTD Pasar bersama Loka POM di Sijunjung melakukan pembinaan kepada pedagang serta mendampingi pengambilan sampel pangan sebagai bagian dari pengawasan terhadap pangan yang beredar di kawasan pasar.
Pengembangan pengawasan keamanan pangan berbasis komunitas tersebut mengintegrasikan edukasi masyarakat, pembinaan kantin sekolah, pemberdayaan kader TP-PKK, serta pembinaan pedagang pasar sebagai upaya memperluas pengawasan keamanan pangan dari lingkungan sekolah hingga pusat perdagangan.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
