Logo Header Antaranews Sumbar

Pasaman Barat tingkatkan produksi-larang alih fungsi lahan jaga pangan

Senin, 29 Juni 2026 18:08 WIB
Image Print
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat saat mengadakan gerakan pangan murah di Nagari (Desa) Kapa Kecamatan Luhak Nan Duo beberapa waktu lalu sebagai upaya stabilisasi harga pangan. ANTARA/HO-Dinas Ketahanan Pangan. (Jaga ketahanan pangan)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat melakukan sejumlah upaya menjaga ketahanan pangan mulai dengan meningkatkan produksi, mencegah alih fungsi lahan sampai melakukan gerakan pangan murah upaya stabilisasi harga di masyarakat.

"Melalui koordinasi dan kolaborasi lintas sektor kita terus melakukan upaya-upaya untuk menjaga ketahanan pangan," kata Pelaksana tugas Asisten Bidang Ekonomi Sekretariat Daerah Pasaman Barat Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Senin.

Menurutnya adapun upaya yang dilakukan diantaranya meningkatkan produksi pangan melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan penyediaan benih unggul, pupuk serta alat dan mesin pertanian.

Lalu mencegah alih fungsi lahan melalui Paraturan Daerah lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) untuk menjaga alih fungsi lahan ke penggunaan lain sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.

Kemudian pengendalian inflasi pangan melalui gerakan pangan murah atau operasi pasar yang terus dilakukan.

"Dalam bulan ini gerakan pangan murah telah kita adakan empat kali bekerja sama dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog," katanya yang juga merupakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat saat ini.

Pihaknya juga terus melakukan pemantauan ketersediaan dan harga pangan secara rutin serta memperkuat cadangan pangan pemerintah daerah melalui pengadaan beras.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pasaman Barat Afdal sebelumnya mengatakan pihaknya menargetkan produksi padi mencapai 85.588 ton selama 2026.

Untuk mencapai target produksi itu, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya baik intensifikasi maupun ekstensifikasi.

Menurut dia, upaya intensifikasi yang dilakukan, antara lain dengan optimalisasi lahan yang ada yakni memperbaiki indeks pertanaman, memperkuat sumber daya manusia, dan mengubah pola pemanfaatan sumber daya yang ada.

"Kami memberikan motivasi kepada petani agar indeks pertanaman bisa ditingkatkan dari satu kali tanam sampai dua kali dan tiga kali setahun," kata Afdal.

Selain itu, juga memberikan sosialisasi mengenai pemilihan benih unggul, pemupukan dan penggunaan alat pertanian yang meminimalkan modal. Selanjutnya, upaya ekstensifikasi, katanya, berfokus pada perluasan sumber daya yang ada berupa perluasan sawah yang ada.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026