
Pemkab Pasaman Barat perkuat kapasitas masyarakat hadapi bencana

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengukuhkan pengurus Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sasak Ranah Pasisie dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi ancaman bencana di daerah itu, Senin.
Di kesempatan itu juga diadakan simulasi uji Standar Operasional Prosedur (SOP) KSB serta penyerahan bantuan kesiapsiagaan penanggulangan bencana dari Kementerian Sosial senilai Rp157.290.000.
"KSB di sangat penting karena Sasak Ranah Pasisia merupakan wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto usai mengukuhkan KSB di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Senin.
Menurut dia, kesiapsiagaan bukanlah pilihan melainkan keharusan dalam menghadapi risiko bencana.
Oleh karena itu, katanya, esensi KSB berbasis masyarakat, dikelola oleh masyarakat, dan digerakkan demi keselamatan masyarakat.
"Amanah kemanusiaan saat berada di pundak para pengurus KSB," kata dia.
Menurut dia, keberadaan KSB harus mampu menjadi garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat nagari.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengurus segera menyusun langkah-langkah strategis memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.
Beberapa hal yang menjadi prioritas, antara lain melakukan pemetaan wilayah rawan bencana beserta jalur evakuasi, mendata kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan anak-anak.
Selain itu, memasang rambu-rambu evakuasi, mengaktifkan sistem peringatan dini berbasis masyarakat melalui kentongan, pengeras suara maupun sirene, serta membentuk lumbung sosial yang berisi logistik darurat.
"Libatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan dan pemuda. Bangun kolaborasi yang kuat agar kesiapsiagaan menjadi budaya bersama dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbi menjelaskan pembentukan KSB merupakan program Kementerian Sosial bekerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Sosial Pasaman Barat.
Dia menyebutkan rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Juni 2026, dengan melibatkan 275 peserta yang terdiri atas unsur masyarakat, relawan, dan pemangku kepentingan terkait.
Pengukuhan KSB itu juga dihadiri Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat Sifrowati Yulianto, unsur forum komunikasi pimpinan daerah, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat beserta jajaran Taruna Siaga Bencana (Tagana), kepala perangkat daerah, Camat Sasak Ranah Pasisie, wali nagari, PMI, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta pihak terkait lainnya.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
