Logo Header Antaranews Sumbar

Sulit kendalikan motor jadi alasan Pecco mundur dari MotoGP Belanda

Senin, 29 Juni 2026 12:14 WIB
Image Print
Pembalap Ducati Lenovo Francesco "Pecco" Bagnaia, dalam ajang kualifikasi GP Aragon di Circuit de Aragon, Sabtu (7/6/2025), Pecco hanya mampu berada di posisi keempat setelah mencatatkan waktu +0,603 detik dari catatan waktu tercepat yang ditorehkan rekan setimnya Marc Marquez dengan catatan 1 menit 45,704 detik. (motogp.com/pri.)

Jakarta (ANTARA) - Pembalap Ducati Lenovo Francesco "Pecco" Bagnaia mengungkapkan alasan utamanya memutuskan mundur dari MotoGP Belanda adalah karena ia mengalami kesulitan saat mengendalikan motornya.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Assen, Minggu (28/6), Pecco yang sebelumnya sempat bersaing di empat besar memutuskan untuk mundur dari balapan karena menemui kendala yang cukup mengganggu kenyamanannya berkendara.

"Saya menjalani sesi awal balapan yang tidak terlalu buruk, saya mencoba menjaga jarak dengan posisi terdepan dan terus mencoba memperkecil jarak dari pembalap yang ada di depan saya," kata Pecco dikutip dari laman Ducati Lenovo, Senin.

"Tapi saya merasa tidak berkendara seperti apa yang saya inginkan, saya begitu kesulitan untuk mengerem motor dan membuatnya berhenti," imbuh pembalap asal Italia ini.

Pembalap jawara dunia dua kali ini menyesalkan kondisinya yang gagal mengatasi situasi dan terlebih harus kehilangan poin-poin krusial.

Padahal Pecco mengaku mendapatkan perasaan positif saat sprint race dengan menemukan kenyamanan pada motornya saat berkendara.

"Setelah memasuki pertengahan balapan, situasinya terasa benar-benar sulit untuk dikendalikan. Saya meminta maaf dengan harus mundur di pekan ini, terlebih ini adalah Assen," ungkap Pecco.

Balapan utama MotoGP Belanda akhirnya dimenangkan oleh pembalap Trackhouse Ai Ogura. Pembalap asal Jepang tersebut tampil begitu mengesankan sepanjang balapan. Ini juga sekaligus menjadi kemenangan perdana Ogura di seri MotoGP selama karirnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026