
Bangunan Tabuik Pariaman jadi latar foto wisatawan

Pariaman (ANTARA) - Bangunan Tabuik menjadi latar foto bagi wisatawan dan warga setempat yang menghadiri pelaksanaan puncak Pesona Tabuik Budaya Piaman 2026 di Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Dari pantauan, dua bangunan menyerupai menara setinggi belasan meter yang dihiasi bunga dan ornamen itu baik dari kelompok Pasa maupun Subarang menjadi latar foto dari wisatawan dan warga karena momentum itu hanya terjadi dalam satu kali setahun.
"Tabuik ini kan hanya satu kali setahun, jadi saya bersama adik dan keponakan berfoto bersama," kata salah seorang warga setempat Rodi Gustiawan Rosadi di Pariaman, Minggu.
Ia mengatakan keluarganya tersebut berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam yang memanfaatkan libur akhir pekan untuk mengikuti kegiatan budaya setiap awal Muharram tersebut.
Ia menyampaikan Tabuik tersebut meskipun merupakan tradisi budaya yang dipertahankan di Pariaman namun sekarang menjadi kegiatan wisata unggulan di daerah itu.
"Jadi tidak saja Kota Pariaman saja yang ramai tapi juga Kabupaten Padang Pariaman (yang merupakan daerah tetangga," katanya.
Sementara itu, salah seorang wisatawan Imran Azis mengatakan hampir setiap tahun dirinya menyaksikan puncak Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 tersebut.
"Kegiatannya bagus, banyak wisatawan hadir," ujarnya.
Untuk diketahui pada pagi hari dilaksanakan prosesi 'Tabuik Naiak Pangkek' atau Tabuik Naik Pangkat yaitu prosesi pemasangan bagian atas bangunan yang didominasi terbuat dari kayu tersebut.
Pada siang hari menjelang sore, bangunan itu dibawa oleh puluhan pemuda atau disebut dengan Anak Tabuik dari lokasi Tabuik Naik Pangkat di Simpang Tabuik dan kawasan Pasar Rakyat Pariaman ke Pantai Gandoriah.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengalokasikan anggaran sekitar Rp700 juta guna mendukung pelaksanaan Festival Budaya Tabuik Piaman 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 16 hingga 28 Juni mendatang.
"Total anggaran kita sekitar Rp700 juta. Sebesar Rp450 juta dialokasikan untuk kedua Tabuik, Tabuik Pasa Rp225 juta dan Tabuik Subarang Rp225 juta," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Ferialdi Syarief di Pariaman.
Ia mengatakan anggaran untuk masing-masing kelompok Tabuik tersebut naik sekitar Rp25 juta dari tahun sebelumnya yaitu hanya Rp200 juta. Kenaikan anggaran untuk kelompok Tabuik tersebut didasari atas pertimbangan kebutuhan teknis pembuatan Tabuik dan prosesi yang dilaksanakan.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
