
Optimalisasi aset daerah, Ratusan ASN Pemkot Bukittinggi Goro Gedung Pasar Banto

Bukittinggi (ANTARA) - Ratusan aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Bukittinggi dikerahkan untuk pelaksanaan gotong royong (Goro) Gedung Pasar Banto untuk mengoptimalkan aset daerah yang baru saja dikembalikan ke pemerintah daerah tersebut.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang memimpin Goro, Kamis (25/6) mengungkap, pemerintah saat ini telah menerima sejumlah penawaran dari investor untuk pengembangan kawasan Pasar Banto. Berbagai konsep telah diajukan, mulai dari pusat perbelanjaan hingga fasilitas hiburan.
"Namun sebelum proses pemanfaatan dilakukan, pemerintah perlu memastikan kondisi bangunan dalam keadaan baik dan siap digunakan kembali," katanya.
Wako mengatakan berdasarkan kondisi yang dilihat langsung di lapangan, bagian dalam gedung dari lantai satu hingga lantai empat memerlukan penataan dan pembersihan secara menyeluruh.
Karena itu, seluruh jajaran pemerintah daerah bersama mitra bergotong royong membersihkan kawasan tersebut agar aset daerah dapat segera dimanfaatkan kembali.
"Karena aset ini sudah kembali menjadi milik pemerintah, tentu harus kita rapikan terlebih dahulu. Kondisi di dalam gedung saat ini cukup memprihatinkan dan perlu dibersihkan secara menyeluruh," kata Ramlan.
Ia berharap kawasan ini dapat kembali hidup dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Bukittinggi setelah lama tidak termaksimalkan penggunaannya.
Gedung Pasar Banto sebelumnya dijadikan pusat perbelanjaan dengan nama Banto Trade Centre (BTC) yang berada di lokasi Pasar Bawah dan diberikan Hak Guna Bangunan (HGB) dari pemerintah ke pihak ketiga yaitu PT. Citicon Mitra Bukittinggi dengan perjanjian kerjasama dikelola selama 20 tahun sejak 2006 silam dan baru berakhir tahun ini.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
