Logo Header Antaranews Sumbar

Wamendiktisaintek dukung penguatan konsorsium kampus swasta di Sumbar

Kamis, 25 Juni 2026 04:32 WIB
Image Print
Pembukaan rapat kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) X di Padang, pada Rabu (25/6) malam. ANTARA/HO-LLDIKTIX

Padang (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendukung pembentukan konsorsium kampus swasta di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) demi mengatasi permasalahan yang ada di tengah masyarakat.

Hal itu dikatakan Fauzan usai menghadiri rapat kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) X di Padang, pada Rabu malam.

"Dengan adanya konsorsium maka perguruan tinggi bisa saling menopang untuk mengakselerasi suatu masalah atau persoalan yang ada di daerah," katanya.

Ia memandang secara garis besar ada dua manfaat dari sistem konsorsium, yakni manfaat bagi internal (kampus) dan manfaat bagi eksternal.

Secara internal konsorsium bisa memberikan penguatan dalam tata kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi, karena kampus dapat melakukan riset bareng dan pembelajaran kolaboraitf.

"Artinya setiap perguruan tinggi bisa saling berkolaborasi satu sama lain, kemudian juga memungkinkan pertukaran dosen antara kampus," jelasnya.

Sementara untuk manfaat eksternal, lewat skema konsorsium perguruan tinggi dapat berkontribusi atau turut serta dalam menyelesaikan permasalahan di daerah.

Ia mengatakan dampak yang diberikan kepada masyarakat akan lebih besar jika dilakukan bersama-sama daripada sendiri-sendiri, baik itu terhadap riset ataupun pengabdian masyarakat.

"Orientasi utamanya tetap untuk menyelesaikan permasalahan di daerah, oleh karenanya setiap perguruan tinggi harus mampu membaca persoalan di daerah masing-masing," katanya.

Sementara itu Ketua LLDIKTI X Afdalisma mengatakan pada rapat kerja itu pihaknya sengaja mengusung tema "Transformasi Pendidikan Tinggi melalui Penguatan Tata Kelola Bermutu, Riset Inovatif Berdampak dan Berkelanjutan serta Kolaborasi Strategis PTS".

Tema tersebut dianggap relevan untuk menjawab berbagai tantangan dunia pendidikan tinggi yang kian hari kian dinamis.

Ia menyebutkan berbagai tantangan yang ada saat ini seperti transformasi teknologi, perkembangan kecerdasan artifisial, perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga tuntutan peningkatan daya saing bangsa.

Kondisi tersebut telah menempatkan perguruan tinggi pada posisi yang sangat strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia.

Ia menjelaskan perguruan tinggi tidak lagi hanya dituntut menghasilkan lulusan yang berkompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian yang berdampak nyata.

"Inilah semangat yang sejalan dengan arah kebijakan milik Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yaitu mewujudkan "Kampus Berdampak"," jelasnya.

Ia menyampaikan pada 2026 LLDIKTI Wilayah X telah berkolaborasi dengan LLDIKTI Wilayah III (DKI Jakarta) dalam penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Agam, Sumbar.

Kegiatan itu akan diikuti oleh sekitar 300 mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X.

LLDIKTI Wilayah X juga menginisiasi pembentukan Konsorsium bersama perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di Sumbar, serta pihak dinas kesehatan provinsi.

Afdalisma mengatakan konsorsium tersebut mengusung tajuk “Kampus Sehat Berdampak: Bergerak Bersama, Menyehatkan Nagari, Membangun Generasi.”

"Inisiatif ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi dan sinergitas dalam menghadirkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang bermanfaat nyata dan berdampak langsung bagi masyarakat," katanya.

Pembukaan rapat kerja yang berlangsung hingga Kamis (25/6) dihadiri oleh perwakilan berbagai kampus swasta di bawah naungan LLDIKTI X, dan turut dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026