Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Pariaman: Pesona Tabuik 2026 mulai dongkrak ekonomi UMKM

Selasa, 23 Juni 2026 15:46 WIB
Image Print
Suasana prosesi 'Basalisiah' atau berselisih dalam rangkaian kegiatan  'Maarak Jari-Jari' atau mengarak jari-jari pada Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 di Simpang Tabuik, Kota Pariaman, Sumbar. Antara/HO-Diskominfo Pariaman

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat menyatakan Pesona Budaya Tabuik Piaman 2026 mulai mendongkrak ekonomi masyarakat khususnya terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan baik di lokasi pembuatan ornamen Tabuik maupun setiap prosesi dalam kegiatan tahunan itu.

"Di Rumah Tabuik Pasa (salah satu lokasi pembuatan ornamen Tabuik) ada sekitar 15 sampai 20 pedagang setiap malam berjualan di sana, belum lagi lokasi pelaksanaan prosesi," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Feriadi di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan keberadaan pedagang serta pengunjung yang menyaksikan setiap prosesi menunjukkan pelaksanaan kegiatan setiap awal Muharram tersebut berdampak pada perekonomian masyarakat.

Padahal, kata dia prosesi yang dijalankan hingga Senin malam baru 'Maarak Jari-Jari' atau mengarak jari-jari. Prosesi tersebut belum memasuki kegiatan puncak yaitu 'Tabuik Dibuang Ka Lauik' atau Tabuik Dibuang Ke Laut yang pada tahun ini diselenggarakan 28 Juni.

Bahkan menurutnya pengunjung yang menyaksikan sejumlah prosesi dalam Tabuik dan pembuatan ornamennya pada tahun ini lebih banyak dari pada tahun sebelumnya.

"Ini mungkin terjadi karena Tabuik dilaksanakan bertepatan dengan libur sekolah," katanya.

Ia menyampaikan target kunjungan wisatawan sepanjang pelaksanaan Pesona Budaya Tabuik Piaman pada tahun ini mencapai 300 ribu pengunjung dengan rincian 200 pengunjung pada 'Tabuik Dibuang Ka Lauik' dan 100 ribu pengunjung pada sejumlah kegiatan dan prosesi sebelum kegiatan puncak.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Simpang Tabuik yang merupakan salah satu lokasi pelaksanaan prosesi dalam Pesona Budaya Tabuik Piaman Andri mengatakan omsetnya meningkat setiap pelaksanaan kegiatan tahunan itu.

Meskipun pendapatannya hanya ratusan ribu rupiah per setiap prosesi namun lokasi tersebut sering dilaksanakan sebagai kegiatan dalam Tabuik.

Salah seorang pengunjung pada prosesi Basalisiah dalam rangkaian kegiatan 'Maarak Jari-Jari' atau mengarak jari-jari Zahra Salsabila mengatakan dirinya datang bersama-temannya untuk melihat salah satu kegiatan dalam Tabuik yang sayang untuk dilewatkan.

Menurutnya kegiatan tersebut meski terdapat unsur kekerasan karena akan ada aksi lempar-lemparan benda antara dua kelompok yaitu Tabuik Pasa dan Sumbarang namun panitia sudah menyediakan pembatas guna meminimalisir aksi itu berdampak terhadap pengunjung.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026