
Lapas Lubuk Basung produksi atap rumbia dipasarkan di dua provinsi (Video)

Lubukbasung (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan memproduksi atap rumbia yang dipasarkan ke Provinsi Riau dan Jambi.
Kepala Lapas Kelas II B Lubuk Basung Budi Suharto di Lubuk Basung, Senin, mengatakan UMKM ini baru memproduksi atap rumbia selama dua bulan yang lalu dengan melibatkan lima warga binaan pemasyarakatan.
"Saat ini kita baru melibatkan lima warga binaan pemasyarakatan dan bakal ditambah sesuai kebutuhan nantinya," katanya didampingi Kepala Subseksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas II B Lubuk Basung Wira Sri Wahyumi.
Ia menambahkan lima warga binaan pemasyarakatan itu mampu memproduksi sekitar 300 lembar atap rumbia setiap harinya.
Untuk pemasaran langsung dijemput oleh pembeli yang akan dibawa ke Provinsi Riau dan Jambi.
"Setidaknya ada 5.000 lembar setiap kali penjemputan oleh pembeli dan untuk pemasaran sangat tersedia," katanya.
Atap rumbia adalah penutup atap tradisional yang terbuat dari anyaman daun pohon rumbia (sagu).
Selain atap rumbia, Lapas Kelas II B Lubuk Basung juga sedang menggalakkan kuliner dan tata boga atau pengelolaan makanan yang mempelajari teknik persiapan, pengolahan, hingga penyajian hidangan seperti, kue dan masakan yang bisa dikerjakan.
Program tersebut dalam rangka memberikan pelatihan kepada warga binaan pemasyarakatan, sekaligus memberikan wawasan pengetahuan.
Dengan cara itu, bisa menjadi bekal bagi warga binaan pemasyarakatan setelah kembali ke keluarga, masyarakat dan ikut bergabung dalam membangun bangsa maupun negara
Salah seorang warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II B Lubuk Basung Yunadi mengatakan baru mendapatkan ilmu untuk membuat atap rumbia selama satu bulan ini dan bakal dikembangkan setelah bebas nanti.
"Baru satu bulan ini membuat atap rumbia dan sebelumnya saya tidak bisa membuatnya. Ini bakal dikembangkan nantinya setelah bebas nanti," katanya.
Ia mengakui juga dilatih untuk bertukang bangunan dan sudah banyak bangunan di dalam Lapas yang telah dikerjakan.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
