Logo Header Antaranews Sumbar

ANTARA: PSO 2027 diusulkan naik untuk perkuat informasi negara

Rabu, 17 Juni 2026 15:58 WIB
Image Print
Dirut LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar saat mengikuti rapat bersama Komisi VII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan anggaran Public Service Obligation (PSO) 2027 diusulkan untuk naik sebagai upaya untuk memperkuat benteng pertahanan informasi negara.

Pada 2026, dia menyampaikan anggaran PSO sebesar Rp181,91 miliar dan kini diusulkan naik menjadi Rp311 miliar untuk 2027. Menurut dia, nominal anggaran di tahun sebelumnya itu diusulkan berdasarkan situasi informasi yang masih stabil.

"Paradigma yang dibuat PSO tahun-tahun sebelumnya itu berada dalam situasi stabil ya, tidak ada pergolakan seperti sekarang dan juga social media dan homeless media yang begitu gencar," kata Benny saat rapat bersama Komisi VII DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Dengan tambahan anggaran, menurut dia, ANTARA akan membuat berbagai konten media sosial yang lebih banyak lagi untuk mengimbangi informasi yang beredar di media sosial.

Kemudian, ANTARA juga akan memperkuat ekosistem media di daerah dengan jaringan sekitar 300 media daerah. Menurut dia, distribusi informasi di daerah akan membuat posisi tawar informasi negara menjadi jauh lebih kuat.

Selain itu, dia juga mengatakan ANTARA akan membuka kembali biro-biro di luar negeri sebagai penyampai data intelijen informasi, data finansial, analisis tren, dan juga hal-hal lainnya yang bisa membangun hubungan bilateral dan multilateral lebih cepat.

Dia menjelaskan pemberitaan PSO yang diproduksi oleh ANTARA tetap akan fokus sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang terbagi ke dalam tiga pilar.

Pilar pertama, yaitu tentang ekonomi, ketahanan pangan, infrastruktur, dan pembangunan wilayah; pilar kedua, yaitu tentang politik, hukum, dan keamanan serta HAM; dan pilar ketiga, yakni tentang pembangunan manusia, kebudayaan, dan pemberdayaan masyarakat

"Jadi, kita enggak lagi berdasarkan survival PSO. Jadi PSO di 2027 itu kita anggap sebagai investasi negara yang strategis, jadi dia lebih kepada output utama," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026