
Tiga dosen UPGRISBA ikuti Global Fellowship di O.P. Jindal

Kota Padang (ANTARA) - Tiga Dosen Universitas PGRI Sumatera Barat mengikuti Global Fellowship di O.P. Jindal Global University untuk memperkuat wawasan tentang kecerdasan buatan, hukum dan pembangunan berkelanjutan.
Sejak 9 Juni 2026 O.P. Jindal Global University (JGU), India menjadi tempat berkumpulnya para akademisi dari berbagai penjuru dunia melalui program fellowship riset internasional bergengsi yang diselenggarakannya.
Sebanyak 113 peneliti (research fellows) yang berasal dari 51 negara berkumpul di universitas tersebut untuk menjalin kolaborasi akademik, pertukaran lintas budaya, serta mendiskusikan berbagai isu global yang menjadi perhatian dunia saat ini.
Di antara para peserta terpilih tersebut, terdapat tiga dosen dari Universitas PGRI Sumatera Barat (UPGRISBA), Indonesia. Kehadiran mereka menjadi sebuah pencapaian yang membanggakan bagi universitas serta mencerminkan komitmen yang semakin kuat dalam mendorong internasionalisasi dan keterlibatan akademik di tingkat global.
Keikutsertaan tiga dosen UPGRISBA dalam program yang sangat kompetitif ini menunjukkan semakin meningkatnya pengakuan terhadap akademisi Indonesia di kancah internasional.
Sebagai perwakilan Universitas PGRI Sumatera Barat, mereka memperoleh kesempatan untuk bertukar gagasan dengan para peneliti dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang budaya, sekaligus membawa perspektif Indonesia dalam percakapan global mengenai pendidikan, pembangunan berkelanjutan, hukum, dan teknologi masa depan.
Selama minggu pertama pelaksanaan fellowship, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun hubungan yang bermakna dan memperkuat jejaring akademik internasional.
Program diawali dengan upacara pembukaan dan sesi orientasi. Pada kesempatan tersebut, panitia penyelenggara memperkenalkan tujuan program fellowship serta mendorong seluruh peserta untuk berpartisipasi secara aktif dalam setiap kegiatan.
Melalui sesi perkenalan diri, permainan interaktif, dan berbagai aktivitas kelompok, para peserta yang sebelumnya belum saling mengenal dengan cepat bertransformasi menjadi sebuah komunitas akademik yang dinamis, disatukan oleh semangat yang sama terhadap ilmu pengetahuan dan inovasi.
Salah satu agenda terpenting dalam program ini adalah rangkaian workshop yang membahas bagaimana O.P. Jindal Global University mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sustainable Development Goals/SDGs) ke dalam diskusi mengenai kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kerangka hukum, dan kebijakan publik.
Para peserta mengkaji berbagai peluang dan tantangan yang muncul akibat pesatnya perkembangan teknologi, serta mendiskusikan pentingnya membangun tata kelola AI yang etis, transparan, dan berpusat pada manusia.
Workshop tersebut menunjukkan bahwa sistem hukum dan kerangka kebijakan harus terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi agar AI dapat berkontribusi terhadap terwujudnya keadilan sosial, melindungi hak asasi manusia, serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, para fellows juga mengikuti sesi pelatihan penulisan akademik yang dirancang untuk memperkuat kemampuan komunikasi ilmiah dan mendorong lahirnya karya-karya akademik yang memberikan dampak nyata.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, program fellowship ini juga memberikan kesempatan berharga bagi para peserta untuk mendalami kebudayaan India. Melalui kegiatan "social hours" dan program pengenalan budaya, para peserta diperkenalkan pada kekayaan dan keberagaman budaya India.
Para fellows belajar tarian tradisional India di bawah bimbingan instruktur berpengalaman. Kegiatan tersebut menghadirkan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan melalui gerakan dan alunan musik yang khas.
Mereka juga menyaksikan film-film India yang mengangkat kisah tentang ketangguhan, pengorbanan, serta perjuangan masyarakat dalam meraih kesejahteraan dan martabat hidup. Melalui tayangan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai aspirasi dan realitas kehidupan masyarakat India.
Perjalanan budaya tersebut ditutup dengan kunjungan ke Taj Mahal di Agra, salah satu mahakarya arsitektur paling ikonik di dunia. Berdiri di hadapan bangunan megah tersebut, para fellows tidak hanya mengagumi keindahan artistik dan nilai sejarahnya, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai universal tentang cinta, dedikasi, serta pentingnya pelestarian warisan budaya.
Bagi Universitas PGRI Sumatera Barat, keterlibatan tiga dosennya dalam program fellowship berskala global ini merupakan sumber kebanggaan tersendiri.
Partisipasi tersebut menjadi bukti semakin luasnya kiprah internasional universitas serta komitmennya dalam menyiapkan akademisi yang mampu berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan global melalui penelitian, kolaborasi, dan inovasi.
Pengalaman yang diperoleh melalui interaksi dengan para akademisi dari 51 negara diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat setelah para dosen tersebut kembali ke Indonesia.
Melalui inisiatif seperti program fellowship ini, O.P. Jindal Global University terus menunjukkan bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat berkontribusi dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan melalui pengembangan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap teknologi baru, penguatan kesadaran hukum dan kebijakan, serta pembangunan pemahaman lintas budaya.
Pada saat yang sama, keterlibatan aktif Universitas PGRI Sumatera Barat menegaskan bahwa akademisi Indonesia semakin mengambil peran dalam membentuk percakapan global dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan saling terhubung.
Pencapaian ini tidak hanya meningkatkan profil internasional Universitas PGRI Sumatera Barat, tetapi juga menjadi inspirasi bagi dosen dan mahasiswa lainnya untuk terus mengejar peluang akademik global serta membawa perspektif Indonesia ke panggung dunia (EK).
Penulis adalah Edwar Kemal/Dosen UPGRISBA
Pewarta: Edwar Kemal/dosen UPGRISBA
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
