Logo Header Antaranews Sumbar

Wagub Sumbar: semangat perjuangan pahlawan dijadikan inspirasi

Senin, 15 Juni 2026 15:15 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy memimpin Upacara Peringatan ke-118 Perang Manggopoh dan Perang Kamang yang digelar di halaman Kantor Bupati Agam, Senin (15/6/2026). ANTARA/HO/Humas Pemkab Agam

Lubuk Basung (ANTARA) - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy mengatakan semangat perjuangan diwariskan para pahlawan harus terus dihidupkan dan dijadikan inspirasi bagi masyarakat Kabupaten Agam dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa kini.

“Perang Kamang dan Perang Manggopoh telah meninggalkan nilai-nilai luhur yang sangat berharga bagi generasi penerus. Keberanian, pengorbanan, persatuan, dan semangat memperjuangkan kepentingan bersama merupakan warisan yang harus terus dijaga dan diteruskan,” kata Vasco Ruseimy di Lubuk Basung, Senin.

Ini disampaikan Vasco Ruseimy saat memimpin Upacara Peringatan ke-118 Perang Manggopoh dan Perang Kamang yang digelar di halaman Kantor Bupati Agam, Senin (15/6).

Ia mengatakan lahirnya sosok pejuang perempuan legendaris dari Ranah Minang yakni, Siti Manggopoh.

Sosok yang dikenal sebagai Siti Manggopoh tersebut menjadi simbol keberanian perempuan Minangkabau yang berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat.

“Peristiwa Perang Manggopoh melahirkan tokoh perempuan yang menjadi kebanggaan Sumbar, khususnya Kabupaten Agam. Siti Manggopoh membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak mengenal usia maupun gender,” katanya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Ini mengingat bahwa tantangan zaman saat ini tidak lagi berupa penjajahan fisik, melainkan perjuangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat ekonomi masyarakat.

Lalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Untuk itu, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat harus terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempercepat pembangunan daerah, mengurangi kesenjangan sosial, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Khusus kepada generasi muda, dia berpesan agar mampu memahami dan menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap peristiwa sejarah.

Dengan memahami sejarah, generasi muda akan memiliki karakter yang kuat, rasa cinta tanah air, serta semangat untuk terus berkarya dan berprestasi.

“Jadilah generasi yang cerdas, berkarakter, memiliki jati diri yang kuat, serta mampu menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai inspirasi untuk melangkah maju membangun Sumbar yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak dapat diraih oleh individu semata, melainkan membutuhkan kerja sama dan kebersamaan seluruh pihak.

“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, kita yakin mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dan membawa Sumbar menuju kemajuan yang lebih baik,” katanya.

Sementara Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal mengatakan bahwa peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang merupakan momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme serta kecintaan terhadap sejarah daerah di kalangan generasi muda.

Perjuangan para pahlawan terdahulu telah memberikan teladan tentang keberanian, persatuan, dan pengorbanan yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

"Semangat yang diwariskan para pejuang harus terus kita jaga dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Saat ini, tambahnya perjuangan itu diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah.

Pemkab Agam berkomitmen untuk terus melestarikan nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan melalui berbagai kegiatan edukatif, sehingga generasi muda tidak melupakan jasa para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kesejahteraan masyarakat.

"Saya berharap peringatan Perang Manggopoh dan Perang Kamang tidak hanya menjadi agenda seremonial semata, tetapi mampu menjadi sarana refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, mempererat rasa kebangsaan, serta membangun karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026