Logo Header Antaranews Sumbar

Padang gunakan dana TKD untuk perbaikan 16 paket irigasi pascabencana

Minggu, 14 Juni 2026 13:25 WIB
Image Print
Arsip-Aliran Batang Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat yang rusak akibat disapu banjir bandang di akhir November 2025. Antara/HO-Humas Universitas Andalas

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan 16 paket perbaikan atau pengerjaan fisik irigasi yang rusak pascabencana hidrometeorologi di akhir 2025 dengan menggunakan anggaran transfer ke daerah (TKD).

"Melalui dana TKD di anggaran pergeseran, Dinas PUPR Kota Padang telah menyiapkan 16 paket pekerjaan fisik khusus irigasi yang dokumen perencanaannya ditargetkan rampung pekan depan agar bisa langsung dilelang," kata Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Well Off Sanora di Padang, Minggu.

Belasan paket perbaikan irigasi tersebut di antaranya rehabilitasi saluran irigasi Sungkai, pembersihan saluran sekunder Sungai Latung, saluran irigasi Limau Manis, saluran bangunan sadap Lubuk Langan. Kemudian, termasuk pula irigasi Koto Lalang, irigasi Beringin, saluran irigasi Lolo Kecil dan beberapa irigasi lainnya.

Upaya pemulihan irigasi tersebut nantinya bekerja sama atau berkoordinasi langsung dengan Balai Wilayah Sungai (BWS), serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar.

Ia mengatakan Dinas PUPR setempat terus bergerak cepat memulihkan infrastruktur irigasi yang rusak pascabencana banjir bandang. Langkah taktis ini diprioritaskan demi memastikan areal persawahan masyarakat yang sempat mengering kembali teraliri air secara normal dalam waktu dekat.

"Gerak cepat ini menjadi fokus utama pemerintah untuk menyikapi keluhan petani," kata dia.

Bahkan, kata dia, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah-langkah darurat yakni menggunakan dana operasional dan pemeliharaan. Pengerjaan fisik di lapangan sudah langsung dimaksimalkan setelah dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pergeseran ditandatangani.

"Tujuan kita agar petani tidak menunggu terlalu lama selama proses lelang berjalan," ucapnya.

Sanora menyampaikan intervensi cepat berskala pemeliharaan ini sengaja diarahkan langsung ke pusat-pusat pertanian yang terdampak parah agar lahan sawah bisa segera digarap kembali oleh masyarakat.

Daerah terdampak bencana yang dimaksud ialah kawasan Lubuk Minturun, Guo, Gunung Nago, dan daerah-daerah lain yang terdampak bencana banjir bandang di akhir November 2025.

"Untuk operasional dan pemeliharaan, kita sudah. Pekerjaan fisiknya sudah mulai kita laksanakan terhitung sejak DPA pergeseran ditandatangani," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026