
97 siswa SD di Pariaman terima bantuan PIP dan sembako

Pariaman (ANTARA) - Sebanyak 97 siswa SD dari keluarga kurang mampu di Kota Pariaman, Sumatera Barat menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan sembako sebagai upaya mendukung keberlangsungan pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
"PIP dan sembako disalurkan oleh Anggota DPR RI Andre Rosiade untuk anak-anak pelajar SD yang masuk dalam desil satu sampai lima," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan masing-masing anak mendapatkan bantuan dana pendidikan sebesar Rp450 ribu serta paket tambahan berupa sembako di antaranya beras, gula, dan minyak.
Bantuan dari pemerintah tersebut, kata dia secara simbolis diserahkan kepada Pariaman melalui perwakilan legislator tersebut pada Kamis kemarin.
Menurut dia, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari pembelian seragam, alat tulis hingga perlengkapan penunjang belajar lainnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada pelajar di Pariaman terutama dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Yota berharap program bantuan pendidikan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai jenjang pendidikan di daerah itu.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher mengatakan PIP tersebut berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan oleh anggota DPR RI sedangkan sembako merupakan bantuan pribadi dari legislator tersebut.
Menurutnya bantuan yang disalurkan oleh legislator tersebut dapat mengakomodir siswa dari keluarga miskin di Pariaman yang tidak mendapatkan PIP kemudian memperoleh bantuan biaya pendidikan dari pemerintah.
PIP merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam membangun negara melalui kementerian pada bidang pendidikan dan sosial.
Bantuan ini diberikan dalam bentuk dana tunai yang disalurkan langsung ke rekening siswa penerima PIP.
Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan di antaranya membeli buku, seragam, alat tulis, biaya kursus, biaya transportasi ke sekolah, dan lainnya.
Sejak diluncurkan pada 3 November 2014, program ini diupayakan tepat sasaran sehingga dapat membantu jutaan anak Indonesia melanjutkan pendidikan tanpa terhambat masalah biaya dan dapat kembali bersekolah.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
