Logo Header Antaranews Sumbar

Padang Pariaman perkuat gerakan lintas sektor menuju zero stunting

Jumat, 12 Juni 2026 18:47 WIB
Image Print
Suasana pelaksanaan Pertemuan GENTING Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar di Parit Malintang, Jumat. Antara/HO-Diskominfo Padang Pariaman

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) sebagai upaya mempercepat penurunan stunting sekaligus mewujudkan target daerah bebas stunting atau zero stunting.

"Menjadi orang tua asuh bukan hanya memberi bantuan, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan masa depan anak-anak kita," kata Wakil Bupati Padang Pariaman Rahmat Hidayat saat membuka Pertemuan GENTING Kabupaten Padang Pariaman 2026 di Parit Malintang, Jumat.

Ia mengatakan percepatan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau sektor kesehatan semata.

Menurut dia, keberhasilan menekan angka stunting ditentukan oleh kuatnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, media massa, hingga masyarakat dalam memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting.

Ia menjelaskan stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kualitas sumber daya manusia, serta produktivitas generasi mendatang.

Karena itu, lanjutnya intervensi harus dilakukan sejak awal kehidupan anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan.

Melalui GENTING, Pemkab Padang Pariaman menargetkan semakin banyak keluarga berisiko stunting yang mendapatkan pendampingan dan bantuan dari para orang tua asuh yang berasal dari berbagai kalangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Padang Pariaman Azwarman mengatakan GENTING merupakan salah satu program prioritas atau 'Quick Win' yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Menurut dia, program tersebut dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan stunting melalui pola kemitraan dan kepedulian sosial.

"Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pemenuhan kebutuhan nutrisi, tetapi juga mencakup dukungan non-nutrisi seperti akses air bersih, sanitasi layak, edukasi pengasuhan anak, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga," ujarnya.

Ia menambahkan pendekatan tersebut menjadi bagian dari implementasi percepatan penurunan stunting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

Pertemuan GENTING 2026 diikuti 111 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, TP PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Dharma Wanita Persatuan (DWP), BAZNAS, sektor swasta, puskesmas, penyuluh keluarga berencana, Forum Wali Nagari, serta menghadirkan narasumber dari BKKBN Provinsi Sumatera Barat.

Pemerintah daerah berharap gerakan kolaboratif tersebut dapat memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus membangun kesadaran bersama bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Diketahui angka stunting di Padang Pariaman pada 2025 masih 26,6 persen atau belum mencapai target nasional 18,8 persen.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026