
Pemberian Informasi Langsung Program JKN, Tingkatkan Pemahaman Masyarakat Nagari Kinari

Padang (ANTARA) - BPJS Kesehatan Cabang Solok terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan Pemberian Informasi Langsung (PIL) mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Baperna Nagari Kinari, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok, Jumat (29/05), diikuti antusias oleh warga dan perangkat nagari.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solok, Neri Eka Putri, menjelaskan bahwa sosialisasi tatap muka seperti ini merupakan agenda rutin untuk menyampaikan informasi seputar Program JKN sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat hingga ke wilayah nagari.
“Kegiatan Pemberian Informasi Langsung ini dilakukan guna menjangkau nagari-nagari agar masyarakat memperoleh informasi yang sama tentang Program JKN,” ujarnya.
Menurut Neri, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara BPJS Kesehatan dan masyarakat. Melalui dialog langsung, warga dapat berbagi pengalaman saat menggunakan layanan JKN sekaligus menyampaikan kendala yang dihadapi sebagai bahan evaluasi ke depan.
Pj Walinagari Kinari, Maifendri, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap sosialisasi dapat meningkatkan kesadaran warga untuk menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif.
“Semoga masyarakat semakin sadar pentingnya menjadi peserta JKN yang aktif. Selama ini masih banyak warga yang baru mendaftar ketika sudah membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.
Maifendri berharap sosialisasi serupa dapat lebih sering dilakukan di Nagari Kinari agar masyarakat desa terus mendapatkan informasi terbaru mengenai Program JKN.
Selain penyampaian informasi, BPJS Kesehatan juga membuka layanan administrasi di lokasi kegiatan. Warga dapat langsung mengurus pendaftaran baru, perubahan data, pengecekan iuran, hingga kebutuhan administrasi lain seperti di kantor cabang.
Neri menambahkan, pemahaman masyarakat terhadap hak dan kewajiban peserta JKN sangat penting, termasuk memahami alur pelayanan kesehatan mulai dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
“Kami ingin masyarakat tidak lagi takut datang ke fasilitas kesehatan hanya karena belum memahami prosedur layanan JKN,” jelasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 35 warga yang tampak aktif bertanya dan memberikan masukan terkait layanan kesehatan yang mereka terima selama ini. BPJS Kesehatan menilai tanggapan masyarakat menjadi bahan evaluasi bersama fasilitas kesehatan setempat.
Pewarta: Rilis
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
