Logo Header Antaranews Sumbar

Sawahlunto perkuat kesiapsiagaan usai petakan wilayah rawan kemarau

Selasa, 9 Juni 2026 16:28 WIB
Image Print
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menyampaikan pemaparan dalam FGD forkopimda. ANTARA/Yudha Ahada

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dengan menyiapkan langkah antisipasi krisis air bersih dan kebakaran lahan setelah memetakan sejumlah wilayah rawan terdampak kekeringan.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Selasa, mengatakan pemerintah daerah bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) telah menetapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi dampak kemarau yang dapat memengaruhi masyarakat.

"Kami meminta pemetaan sumber air alternatif segera diselesaikan, wilayah rawan krisis air bersih diidentifikasi, personel siaga diperkuat, dan deteksi dini berbagai potensi gangguan diperluas hingga tingkat RT dan dusun," katanya.

Menurut dia, pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan langkah penanganan apabila terjadi gangguan pasokan air bersih selama musim kemarau.

Berdasarkan hasil identifikasi, Kecamatan Barangin dan sebagian Kecamatan Talawi menjadi kawasan yang berpotensi mengalami krisis air bersih saat kemarau, sedangkan lokasi rawan kebakaran di Kecamatan Silungkang dan Barangin.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan personel dengan menambah petugas Satpol PP, pemadam kebakaran, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang disiagakan selama 24 jam.

Selain itu, pemerintah daerah melakukan pemetaan sumber air alternatif yang dapat dimanfaatkan apabila pasokan air bersih masyarakat terganggu akibat kekeringan.

Di sektor keamanan, forkopimda memperkuat sistem deteksi dini hingga tingkat lingkungan guna memastikan berbagai potensi persoalan sosial maupun gangguan ketertiban dapat diidentifikasi dan ditangani lebih cepat.

Kapolres Sawahlunto AKBP Simon Yana Putra mengatakan kepolisian bersama pemerintah daerah terus meningkatkan koordinasi dan pemantauan lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi tetap kondusif selama musim kemarau.

"Kami terus memperkuat koordinasi dan deteksi dini agar berbagai potensi gangguan dapat dicegah sejak awal sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026