Logo Header Antaranews Sumbar

Sawahlunto bekali KSB tingkatkan kemampuan mitigasi respons bencana

Selasa, 9 Juni 2026 15:56 WIB
Image Print
Wali Kota Riyanda Putra menyampaikan arahan kepada Kelompok Siaga Bencana dalam apel dan musyawarah dalam Jambore Penguatan Kapasitas. ANTARA/Yudha Ahada

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Sumatera Barat membekali Kelompok Siaga Bencana (KSB) di tingkat desa dan kelurahan dengan kemampuan mitigasi, identifikasi risiko, koordinasi lapangan, dan respons cepat untuk memperkuat perlindungan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sawahlunto Hilmed di Sawahlunto, Selasa, mengatakan penguatan kemampuan tersebut dilakukan melalui Jambore Penguatan Kapasitas Kewilayahan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana yang melibatkan KSB dari berbagai desa dan kelurahan.

Menurut dia, selain meningkatkan kompetensi personel, kegiatan tersebut juga membangun jejaring antarkelompok siaga bencana agar koordinasi dan pertukaran informasi dapat berlangsung lebih cepat saat terjadi keadaan darurat.

"KSB dibekali kemampuan mengenali potensi ancaman, melakukan pelaporan cepat, membantu koordinasi evakuasi, serta menyampaikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Kemampuan ini penting karena mereka merupakan unsur yang berada paling dekat dengan warga saat terjadi bencana," katanya.

Hilmed menjelaskan keberadaan KSB yang tersebar hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana daerah karena mampu mempercepat respons awal sebelum bantuan lanjutan dari pemerintah dan instansi terkait tiba di lokasi kejadian.

Menurut dia, kemampuan mitigasi yang dimiliki KSB juga diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali risiko bencana lebih dini sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum dampak yang lebih besar terjadi.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Sawahlunto Adriyusman mengatakan penguatan kapasitas KSB merupakan bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat berbasis desa dan kelurahan.

Menurut dia, KSB tidak hanya berperan saat terjadi keadaan darurat, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan edukasi kebencanaan, pemetaan risiko, serta peningkatan kesiapsiagaan warga.

"KSB menjadi bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Karena itu penguatan kapasitas mereka perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjalankan fungsi mitigasi dan respons awal secara efektif," katanya.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra yang membuka kegiatan tersebut meminta BPBD, pemerintah desa dan kelurahan, serta KSB memperkuat pemetaan risiko, edukasi masyarakat, dan koordinasi lintas wilayah sebagai langkah utama pengurangan risiko bencana.

Menurut dia, upaya penanggulangan bencana harus lebih banyak diarahkan pada pencegahan dan mitigasi agar masyarakat memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi ancaman.

Usai kegiatan, Wali Kota juga berdiskusi dengan kepala desa, lurah, dan personel KSB untuk menghimpun berbagai masukan terkait kebutuhan serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas kebencanaan di lapangan.

Melalui penguatan kompetensi dan jejaring KSB hingga tingkat desa dan kelurahan, Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan kemampuan mitigasi dan respons awal kebencanaan semakin menjangkau masyarakat sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026