Logo Header Antaranews Sumbar

Ikan keramba jaring apung Danau Maninjau mati lima ton selama 2026

Selasa, 9 Juni 2026 13:07 WIB
Image Print
Bangkai ikan mati mengapung di Danau Maninjau. ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat ikan keramba jaring apung di Danau Maninjau mati secara masal sebanyak lima ton akibat kekurangan oksigen pada 2026.

"Kematian ikan tersebut terjadi pada 28 Januari 2026," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira didampingi Kepala Bidang Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Doni Afdison di Lubuk Basung, Selasa.

Ia mengatakan kematian ikan tersebut berasal dari beberapa petak keramba jaring apung milik petani.

Kematian tersebut akibat kekurangan oksigen di dasar perairan setelah terjadinya pembalikan air ke permukaan danau usai curah hujan disertai angin kencang melanda daerah itu.

"Akibatnya petani mengalami kerugian Rp125 juta, karena harga ikan ditingkat petani 25 ribu rupiah per kilogram," katanya.

Ia menambahkan kematian ikan di keramba jaring apung Danau Maninjau hampir terjadi setiap tahunnya.

Pada 2025, tambahnya kematian ikan mencapai 1.445,93 ton dengan kerugian Rp36,14 miliar.

Sementara pada 2024 sebanyak 13 ton kematian ikan secara massal dengan kerugian Rp325 juta.

Lalu pada 2023 kematian ikan 657 ton dengan kerugian Rp16,42 miliar.

Sedangkan pada 2022 kematian ikan 350 ton dengan kerugian Rp8,75 miliar.

"Hampir setiap tahun kematian ikan di danau vulkanik tersebut dan kita telah menyurati petani untuk mengurangi tebar benih ikan, memanen ikan secara dini dan lainnya," katanya.

Ia mengakui saat ini jumlah keramba jaring apung di Danau Maninjau sebanyak 23.359 petak dan beroperasi hampir 50 persen.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026