Logo Header Antaranews Sumbar

Pariaman dapat PKDT sanitasi dari Kemenkes RI senilai Rp100 juta

Senin, 8 Juni 2026 12:22 WIB
Image Print
Wako Pariaman, Sumbar Yota Balad (kanan) secara simbolis menerima bantuan program padat karya tunai desa dari Kementerian Kesehatan melalui Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra Ade Rezki Pratama sedang. ANTARA/Aadiaat M. S. 

Pariaman (ANTARA) - Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mendapatkan program Padat Karya Tunai Desa (PKDT) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada 2026 dengan nilai anggaran Rp100 juta guna mewujudkan sanitasi dan jamban sehat di daerah itu.

"Pariaman saat ini sedang berusaha mewujudkan stop buang air besar sembarangan, alhamdulillah Pariaman mendapatkan dana seratus juta rupiah untuk Desa Bato guna mewujudkan jamban yang layak," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Minggu.

Ia mengatakan fasilitas sanitasi yang layak menjadi pilar mendasar dalam menekan angka penularan berbagai penyakit di tengah masyarakat serta menjaga mutu kebersihan lingkungan pemukiman.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemerintah Kota Pariaman memastikan akan terus menginventarisasi data rumah warga yang belum memiliki jamban sehat untuk diusulkan kembali ke Kemenkes salah satunya melalui jalur aspirasi kedewanan.

"Kami akan terus mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan melalui Pak Ade Rezki Pratama (Anggota DPR RI) agar jamban warga kurang sehat bisa menjadi jamban yang sehat," ujarnya.

Ia menyampaikan Pariaman kembali mendapatkan bantuan program padat karya tersebut karena aspirasi dari anggota DPR dari daerah pemilihan Sumbar II itu.

Ia berharap keterpaduan program pusat dan daerah mampu membebaskan Pariaman dari perilaku warga buang air sembarangan karena keterbatasan fasilitas sanitasi baik di kawasan pesisir maupun pelosok desa di daerah itu.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra Ade Rezki Pratama mengatakan pada tahun lalu program tersebut dijalankan di Desa Naras sedangkan tahun ini digulirkan pada pertengahan tahun anggaran 2026 untuk Desa Bato sebagai langkah nyata mendukung program kesehatan prioritas nasional.

"Dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama. Kesehatan itu sendiri harus dimulai dari lingkungan dan sanitasi yang bersih," katanya.

Ia menyebutkan anggaran senilai Rp100 juta tersebut akan menyasar sejumlah rumah tangga yang belum memiliki fasilitas mandi, cuci, dan kakus di desa yang berada di Kecamatan Pariaman Timur itu.

"Kami minta Lurah dan Camat mendata warga yang belum punya jamban sehat, agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang hajat di tempat yang tidak semestinya," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026