
DPR-BPOM edukasi warga Pariaman terkait penyalahgunaan obat

Padang (ANTARA) - Anggota Komisi IX DPR RI Ade Rezki Pratama bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengedukasi warga Kota Pariaman, Sumatera Barat terkait penyalahgunaan obat yang dapat berdampak pada kesehatan.
"Kami melakukan sosialisasi agar masyarakat bisa lebih bijak dalam penggunaan obat guna mencegah penyalahgunaan obat-obat tertentu," kata Ade pada kegiatan Komunikasi Informasi dan Edukasi di Pariaman, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini banyak masyarakat menggunakan obat-obatan yang dikonsumsi tidak sesuai dosis, sehingga mengakibatkan halusinasi yang tentunya nantinya akan berdampak pada kesehatan.
Ia menyampaikan obat diproduksi untuk kebutuhan atau untuk menyembuhkan suatu penyakit tertentu, namun jangan sampai obat-obatan tersebut disalahgunakan atau saat konsumsi tidak mengikuti aturan pakai.
Menurut dia masih banyak masyarakat yang belum mengetahui bahaya penyalahgunaan obat-obatan sehingga pemerintah melalui BPOM hadir untuk memberikan edukasi.
Ia juga menekankan pentingnya masyarakat tidak terpengaruh dengan iklan di media sosial terkait obat-obatan yang menjanjikan efek instan karena dicurigai mengandung bahan kimia berbahaya.
"Misalnya obat pemutih, awalnya memang putih tapi kemudian bisa jadi gatal-gatal," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Padang Elyunaida mengatakan pihaknya tidak saja mengawasi peredaran obat ilegal namun juga penyalahgunaan obat legal.
Ia menyampaikan banyak obat yang sebenarnya bersifat legal namun disalahgunakan oleh masyarakat baik disengaja maupun tidak yang hal ini akan berdampak pada kesehatan.
"Misalnya obat batuk yang diminum tanpa mengikuti dosis sehingga menimbulkan kecanduan, ini akan berdampak pada kesehatan penggunanya," ujarnya.
Oleh karena itu, ia meminta warga untuk memperhatikan keluarganya khususnya anak remaja karena pada usia ini mudah terpengaruh oleh teman untuk melakukan praktik penyalahgunaan obat tanpa memikirkan akibatnya.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan sosialisasi tersebut dapat membantu pihaknya dalam memberikan edukasi kepada warga setempat terkait bahaya penyalahgunaan obat-obatan.
"Obat yang salah dalam dosis atau disalahgunakan tentu nantinya malah akan banyak mendatangkan penyakit," tambahnya.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
