Logo Header Antaranews Sumbar

Kebakaran di Bukittinggi, seorang lansia tewas terjebak api

Kamis, 28 Mei 2026 17:16 WIB
Image Print
Musibah kebakaran di Kota Bukittinggi yang menimbulkan korban jiwa satu orang lansia karena terperangkap di dalam rumahnya. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Peristiwa kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Baru, Kelurahan Kayu Kubu, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi pada Kamis (28/5/2026) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB ini menelan satu korban jiwa dan mengakibatkan kerugian materil hingga ratusan juta rupiah.

Lokasi kebakaran berada di pusat kota yang berbatasan langsung dengan kawasan Jam Gadang, salah satu atap hotel di dekat kejadian sempat terkena hembusan bola api namun berhasil dipadamkan.

"Korban meninggal dunia diketahui bernama Mak Niza (65), seorang ibu rumah tangga setempat. Korban terjebak di dalam kobaran api yang menghanguskan rumahnya," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bukittinggi, Joni Feri.

Petugas gabungan yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban yang telah dinyatakan meninggal dunia. Jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi untuk penanganan lebih lanjut.

"Selain menimbulkan korban jiwa, musibah kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai 250 juta," kata Joni Feri.

Hingga berita ini diturunkan, petugas Damkar Kota Bukittinggi dibantu warga sekitar masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api tersisa. Penyebab pasti kebakaran saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Sementara itu, menurut keterangan saksi mata sekaligus Ketua RT setempat, Davidson (54), kronologi kejadian bermula saat dirinya berjalan ke area belakang rumah dan melihat gumpalan asap dan kobaran api yang sudah membesar dari rumah korban.

"Api dengan cepat merembet dan melahap material bangunan. Kami langsung menghubungi aparat kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bukittinggi," kata Davidson.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban sebenarnya sempat diselamatkan saat api mulai membesar oleh adik kandung korban, Neli (53).

Namun karena diduga panik, korban nekat menerobos kembali ke dalam rumah yang sedang diamuk api demi menyelamatkan sejumlah barang yang tertinggal di dalam kamarnya.

Nahas, kobaran api yang kian mengepung membuat korban terjebak di dalam kamar dan tidak sempat menyelamatkan diri.

Saat kebakaran terjadi, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias juga terlihat langsung membantu proses evakuasi warga.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026