
Polresta Bukittinggi siagakan 157 personel amankan Malam Takbiran dan Shalat Idul Adha 1447 H

Bukittinggi (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bukittinggi menyiagakan ratusan personel guna memastikan kelancaran dan keamanan perayaan malam takbiran serta pelaksanaan ibadah Shalat Idul Adha 1447 Hijriah.
Pengamanan ini dilakukan melalui skema terbuka maupun tertutup.
Kapolresta Bukittinggi melalui Kabag Ops, Kompol Al Indra menyebut bahwa sebanyak 157 personel gabungan telah dikerahkan ke berbagai titik strategis.
"Kami dari Polresta Bukittinggi menurunkan pengamanan terbuka dan tertutup. Untuk pengamanan ini, kita libatkan personel lebih kurang sebanyak 157 orang," ujarnya.
Para personel tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian masyarakat, seperti di Pelataran Jam Gadang, Lapangan Kantin dan masjid mushala yang menyelenggarakan malam takbiran serta Shalat Idul Adha.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), disepakati bahwa kegiatan takbiran di Kota Bukittinggi hanya dipusatkan di pelataran Jam Gadang serta di masjid dan mushala masing-masing.
"Masyarakat dilarang keras melakukan kegiatan konvoi, iring-iringan kendaraan, maupun pawai obor," kata Kompol Al Indra.
Untuk mengantisipasi adanya masyarakat yang nekat melakukan konvoi terutama yang datang dari luar daerah Bukittinggi seperti wilayah Agam, Polresta Bukittinggi telah menyiapkan regu patroli khusus yang melibatkan fungsi Lalu Lintas, Satsamapta, dan Binmas.
"Jika ditemukan adanya aksi konvoi atau iring-iringan di jalanan, petugas di lapangan tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas berupa pembubaran dan penertiban demi menjaga ketertiban umum," kata Kabag Ops.
Selain larangan konvoi, fokus pengamanan malam takbiran kali ini juga menyasar penggunaan knalpot tidak standar atau knalpot brong.
Polresta Bukittinggi memastikan akan melakukan penegakan hukum secara langsung di tempat terhadap pengendara, khususnya para pemuda yang masih nekat menggunakan knalpot bising tersebut.
"Langkah ini diambil karena banyaknya keluhan dari masyarakat Kota Bukittinggi yang merasa resah dan terganggu dengan suara bising knalpot brong saat malam hari raya," kata Al Indra.
Tidak hanya berfokus pada pengamanan jalur dan tempat ibadah, Polresta Bukittinggi juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan hewan-hewan kurban yang akan disembelih pada keesokan harinya.
Melalui peran Bhabinkamtibmas, kepolisian berkoordinasi dengan tokoh pemuda, warga, unsur Babinsa, serta Satpol PP dari Pemerintah Kota Bukittinggi untuk bersama-sama menjaga lokasi penampungan hewan kurban.
"Pengamanan ini dilakukan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti adanya hewan kurban yang lepas dari ikatannya atau mengantisipasi terjadinya tindak pencurian sebelum proses penyembelihan berlangsung," kata Kabag Ops.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
