
Pemkot Padang Panjang dukung program nasional penanaman kedelai

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menyatakan dukungan terhadap program nasional penanaman kedelai yang direncanakan dilaksanakan serentak di sejumlah daerah di Indonesia pada Juli 2026.
Asisten Teritorial (Aster) Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II, Kolonel Marinir Wartono, saat kunjungan ke Balai Kota Padang Panjang, Senin, mengatakan program panen bersama dan penanaman kedelai tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi kedelai nasional.
“Kebutuhan kedelai nasional saat ini masih didominasi produk impor karena produksi dalam negeri baru mampu memenuhi sebagian kecil kebutuhan nasional,” kata Wartono.
Ia menjelaskan dukungan program meliputi penyediaan bibit, pupuk, hingga penyuluh lapangan yang difasilitasi TNI AL.
Namun demikian, pihaknya mengingatkan bibit kedelai memiliki karakter sensitif sehingga harus segera ditanam agar tidak rusak atau berjamur.
“Kita tentu berharap petani jangan sampai rugi,” ujarnya.
Untuk mendukung keberlanjutan program, pihaknya juga berencana menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam pemasaran hasil panen kedelai petani.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra mengatakan pemerintah daerah siap mendukung program pengembangan komoditas kedelai karena dinilai sejalan dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pengembangan kedelai memiliki peluang yang cukup baik karena kebutuhan terhadap komoditas tersebut masih tinggi, terutama sebagai bahan baku pangan seperti tahu dan tempe,” katanya.
Menurut dia, program tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Padang Panjang Varia Warvis menyebutkan program penanaman kedelai merupakan hal baru bagi daerah tersebut dan berpotensi menarik minat masyarakat maupun petani.
Ia mengatakan saat ini telah tersedia sekitar 5,8 hektare lahan yang direncanakan untuk penanaman kedelai.
“Sudah ada lahan sekitar 5,8 hektare yang berminat untuk penanaman. Kami tentu mendukung kegiatan ini agar bisa dimatangkan dengan baik, termasuk mengetahui jadwal pasti pelaksanaannya,” ujar Varia.
Ia juga menekankan pentingnya kepastian pemasaran hasil panen agar petani tidak mengalami kerugian setelah masa panen.
“Kepastian pemasaran akan sangat membantu petani,” katanya.
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
