Logo Header Antaranews Sumbar

Wako Bukittinggi ungkap seabad Jam Gadang diperingati dengan perayaan budaya berkelas Internasional

Selasa, 26 Mei 2026 17:10 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menegaskan peringatan satu abad Jam Gadang di Bukittinggi akan berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan seni budaya bertaraf Internasional. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menegaskan momen satu abad Jam Gadang akan diperingati dengan rangkaian kegiatan seni dan budaya berkelas Internasional yang dihadiri pengisi acara dan tamu undangan mancanegara.

"Jam Gadang tidak perlu dikenalkan secara nasional lagi, sudah harus dikenalkan di tingkat Internasional. Ada dua puluh kegiatan dimulai awal Juni hingga puncak di 21 Juni. 36 delegasi dan duta besar dari beragam negara dijadwalkan hadir," kata Ramlan Nurmatias, Selasa (26/5).

Peringatan seadab Jam Gadang diselenggarakan melalui rangkaian kegiatan International Minangkabau Literacy Festival ke-4 (IMLF-4) mengusung tema "100 Years of Jam Gadang - From Literacy to Legacy: Building Wealth, Peace and Sustainability Learning".

"Festival literasi dan kebudayaan ini akan berlangsung selama lima hari penuh, mulai dari tanggal 3 hingga 7 Juni diikuti oleh 259 peserta delegasi yang berasal dari 36 negara, di antaranya Australia, Inggris, Jerman, Rusia, India, Korea Selatan, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol, hingga Palestina dan Yaman," kata Ramlan.

Para peserta terbagi ke dalam beberapa kategori, meliputi 122 peserta biasa, 20 pembicara (speaker), 19 pengisi peluncuran buku, 63 pembaca puisi, serta 35 pelaku pertunjukan seni.

Kegiatan lainnya berpusat di kawasan Pasa Ateh dan pelataran Jam Gadang berupa pameran buku, bazar UMKM, dan aksi melukis langsung (live painting).

Seminar Utama diadakan di Balairung dengan fokus pembahasan mengenai sejarah dan eksistensi Jam Gadang dari berbagai perspektif.

Pada siang harinya, para delegasi akan melakukan aksi penanaman 100 pohon secara simbolis, dilanjutkan dengan pembacaan puisi bertema alam dan kunjungan wisata ke destinasi Tabiang Barasok.

"Malam harinya, penonton akan dihibur dengan Festival Randai dan pertunjukan seni tradisional di area Jam Gadang. Selanjutnya pembukaan kaligrafi melukis sepanjang 100 meter, peluncuran 100 judul buku, serta Seminar Kebudayaan," kata Ramlan.

Selain itu, dilaksanakan juga Diskusi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk memajukan sektor wisata Sumatra Barat. Para delegasi juga akan mengikuti program IMLF Goes to School dan Wisata Edukasi Terintegrasi (WIDURI) dengan mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta.

Jalanan kota akan dipenuhi keindahan budaya lokal melalui Parade 1.000 Perempuan Berpakaian Adat Minangkabau dan Parade 100 Penyair Dunia Membaca Puisi (World Poetry Reading).

Sebelum kembali ke negara masing-masing, kegiatan ditutup dengan kegiatan olahraga rakyat IMLF Jam Gadang Fun Run yang ditargetkan menarik 1.500 hingga 2.000 pelari, serta Lomba Mewarnai bagi anak-anak di sekitar Jam Gadang.

"Dampak dan Persiapan Teknis Melalui estimasi kunjungan mencapai 500 hingga 1.000 penonton per hari, perhelatan IMLF-4 diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif lokal, khususnya bagi ratusan pengusaha UMKM," kata Ramlan.

Pemerintah Kota Bukittinggi bersama panitia penyelenggara terus mematangkan koordinasi guna memastikan seluruh aspek teknis, mulai dari infrastruktur panggung utama, sistem pencahayaan (lighting), hingga manajemen keamanan dapat berjalan dengan optimal dan memberikan impresi terbaik bagi mata dunia.

"Perhelatan ini diharapkan tidak hanya menjadi selebrasi satu abad Jam Gadang, melainkan menjadi tonggak warisan literasi (legacy) yang berkelanjutan bagi Sumatra Barat dan dunia internasional. Tujuan utamanya adalah agar Bukittinggi segera dijadikan sebagai daerah khusus di Indonesia," kata Ramlan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026