Logo Header Antaranews Sumbar

91.222 penerimaan manfaat MBG di Agam

Senin, 25 Mei 2026 16:18 WIB
Image Print
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal sedang memberikan arahan. ANTARA/Yusrizal

Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat sebanyak 91.222 siswa dan siswi penerima manfaat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat di daerah itu.

"91.222 orang penerimaan manfaat MBG dari 167 ribu orang potensi penerimaan di daerah tersebut," kata Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal di Lubuk Basung, Senin.

Ia mengatakan ke 91.222 siswa dan siswi tersebut berasal dari TK, PAUD, SD, SMA, MTs, SMA, SMK, MA dan lainnya dari 34 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Agam.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya cakupan penerima manfaat program MBG.

"Kondisi ini menjadi tanggung jawab besar sekaligus peluang bagi seluruh pihak untuk memastikan program berjalan optimal dan tepat sasaran," katanya.

Ia menambahkan dampak ekonomi dari program MBG sangat besar. Diperkirakan serapan dana sekitar Rp275 miliar per tahun yang masuk ke Agam dari pemerintah pusat untuk mendukung program tersebut.

Bahkan, apabila seluruh penerima manfaat telah terlayani, potensi dana yang beredar dapat mencapai Rp500 miliar per tahun.

Program ini dapat menjadi peluang besar bagi petani, peternak, pembudidaya ikan, nelayan, pelaku usaha mikro kecil menengah dan masyarakat lokal untuk terlibat dalam rantai pasok program makan bergizi gratis.

“Jika dikelola dengan baik, program MBG akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi yang baik, khususnya bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program ini tidak hanya berbicara tentang penyediaan makanan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa.

Untuk itu pentingnya menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, karena makanan yang diberikan tidak hanya harus bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.

"Saya berharap seluruh pihak untuk memperhatikan kualitas bahan pangan, proses pengolahan, distribusi, hingga makanan diterima oleh penerima manfaat agar memenuhi aspek keamanan pangan, gizi, dan sanitasi yang higienis," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026