Logo Header Antaranews Sumbar

Bupati Agam ungkap dampak relokasi pasar dari Proyek Flyover Padang Luar

Rabu, 20 Mei 2026 09:17 WIB
Image Print
Bupati Agam, Benni Warlis saat menggelar jumpa wartawan di Kota Bukittinggi. Bupati mengungkap perkembangan rencana pembangunan proyek jalan layang (flyover) yang saat ini dibahas bersama pemerintah pusat sebagai upaya mengatasi kemacetan di Pasar Padang Luar. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat mengungkap sedang melakukan kajian mendalam dari rencana keberlanjutan proyek pembangunan jembatan layang (flyover) di wilayah Pasar Padang Luar.

"Hal ini menyusul adanya aturan ketat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Jalan, yang menegaskan larangan adanya aktivitas di bawah struktur flyover," kata Bupati Agam, Benni Warlis di Bukittinggi, Rabu (20/5).

Bupati mengatakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan sebelumnya telah dibahas dalam rapat bersama yang dihadiri oleh jajaran Asisten II Provinsi, Balai Jalan, perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dinas Provinsi, Kejaksaan Tinggi Provinsi, serta Dinas Perdagangan dan pihak terkait lainnya.

Rapat tersebut berfokus pada sinkronisasi kebijakan antara rencana pembangunan infrastruktur dan keberadaan pasar di bawahnya hingga disebut menimbulkan dilema karena harus menggeser lokasi pasar.

"Berdasarkan peraturan dari Kementerian PUPR, area di bawah flyover harus steril dari aktivitas publik, termasuk kegiatan berdagang. Konsekuensinya, pasar yang saat ini berada di lokasi tersebut wajib direlokasi ke tempat yang baru," kata Bupati.

Menurutnya, kebijakan itu memicu diskusi logis di tingkat pemerintahan dan masyarakat. Jika pasar pada akhirnya harus direlokasi demi memenuhi regulasi terkait urgensi atau kegunaan dari pembangunan flyover yang akan dibangun.

"Kalau pasar direlokasi untuk flyover, untuk apa lagi kita buat flyover? Kalau pasar dipindah, area tersebut tentu tidak akan macet lagi. Logikanya kan seperti itu," ujar Bupati.

Ia mengakui adanya keterlambatan penyampaian informasi hasil rapat, sehingga sempat muncul kesan kurangnya keseriusan dalam penanganan masalah ini.

Kendati demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk tetap serius mencari solusi terbaik dan sangat mengapresiasi segala arahan yang diberikan seluruh pihak.

"Tapi tentunya kami mengapresiasi segala usaha dan dukungan yang diberikan khususnya Legislator RI, Bapak Andre Rosiade," kata Benni Warlis.

Ia menambahkan, selain opsi relokasi, muncul usulan alternatif yang dinilai dapat menyelesaikan dua masalah sekaligus yang mengusulkan agar exit tol (pintu keluar tol) di Agam dibuat melewati jalur bypass yang berdekatan dengan lokasi Pasar Padang Luar.

"Jika usulan jalur bypass untuk exit tol ini dapat direalisasikan, maka kompleksitas permasalahan kemacetan dinilai akan selesai tanpa harus mengorbankan anggaran besar untuk konstruksi fisik yang tumpang tindih," kata Bupati.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026