
Akademisi Indra Ariffin: musik adalah jiwa pertunjukan

Padang (ANTARA) - Akademisi dari Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang Indra Ariffin mengatakan, musik bukan pelengkap namun adalah jiwa dari sebuah pertunjukan.
"Jika tubuh adalah medium gerak, maka musik adalah medium rasa dan jiwa pertunjukan," Indra saat menyampaikan materinya pada Lokakarya Komposisi Musik digelar UPTD Taman Budaya Sumatera Barat di Padang, Selasa.
Indra yang baru saja menyelesaikan gelar doktor seni termuda di kampusnya pada usia 33 tahun dengan predikat cumlaude itu menjelaskan peran musik dalam pertunjukan seperti dan teater.
Materi yang disampaikannya tersebut terkait dengan tema lokakarya yang diangkat yakni "Menghidupkan Narasi melalui Akar Tradisi".
Menurutnya, jika sebuah pertunjukan kehilangan musik maka akan terjadi kehilangan napas ritmis pada tari serta kehilangan atmosfir emosional pada teater.
Ia juga menjelaskan tentang ethno performance scoring sebagai proses penciptaan dan penataan musik yang memadukan unsur-unsur budaya atau instrumen musik etnik tradisional dengan kebutuhan tata musik untuk seni pertunjukan secara langsung seperti teater dan teater.
Komposer harus bisa mengolah unsur bunyi tradisi untuk kebutuhan dramaturgi pertunjukan modern melalui pendekatan bunyi tradisi, seperti Gandang menjadi sentakan emosional, Talempong menjadi ritme kinetik dan Saluang menjadi atmosfir ruang.
Terkadang dalam penciptaan musik pertunjukan, komposer terlalu bergantung pada preset digital dan kurang memahami dramaturgi, sementara tradisi hanya dijadikan ornamen, kata dia.
Ia mengingat kepada peserta lokakarya yang juga diharapkan menjadi komposer masa depan agar sensitif terhadap ruang, memahami tubuh, memahami emosi dan akar budaya.
"Ethno performance scoring bukan nostalgia tradisi, tetapi cara menghidupkan kembali memori budaya dalam bahasa artistik baru," tandasnya. (*)
Pewarta: Fitra Yogi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
