Logo Header Antaranews Sumbar

Pemprov Banten Harap Akses Pelabuhan Diperbaiki

Senin, 23 Desember 2013 10:57 WIB
Image Print

Cilegon, (Antara) - Pemerinta Provinsi Banten meminta bantuan pemerintah pusat untuk memperbaiki akses jalan menuju pelabuhan di Banten,ehingga proses ekspor dan distribusi barang tidak lagi hanya mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok sehingga menghemat biaya transportasi. "Memperhatikan biaya logistik, dunia usaha (di Banten-red) menginginkan kegiatan ekpor impor melalui pelabuhan di Banten, kiranya pemerintah pusat bisa dukung infrastruktur menuju pelabuhan di Banten," kata Wakil Gubernur Banten Rano Karno saat memberikan sambutan dalam peresmian pabrik baja terpadu Krakatau Posco di Cilegon, Senin. Ia mengatakan selama ini sebagian besar pabrik di Banten mengandalkan Pelabuhan Tanjung Priok untuk jalur distribusi barang maupun bahan mentah sementara lalu lintas dan kondisi Pelabuhan Tanjung Priok sudah sangat padat dan mengakibatkan peningkatan biaya logistik. "Perlu peningkatan kawasan pelabuhan dan industri karena mendorong peningkatan lalu lintas perdagangan," kata Rano Karno. Wagub Banten mengatakan industri di provinsi itu merupakan salah satu pemberi kontribusi terhadap PDRB terbesar. Industri baja merupakan unggulan disamping petrokimia, tekstil, alas kaki dan makanan. Pada 2012 PDRB 45,96 persen dari indutri pengolahan, wajar bila terus ditingkatkan. Industri di Banten saat ini berjumlah 1.695 unit dengan peyerapan tenaga kerja 474.521 orang yang tersebar antara lain di Serang, Tangerang, Cilegon dan Tangerang Selatan, katanya. Dengan diresmikannya pabrik baja terpadu, Rano mengharapkan memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan ekonomi Banten. "Tidak hanya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, tapi juga mengurangi pengangguran di Banten yang kini 9,90 persen," katanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, Senin pagi meresmikan Pabrik Baja Krakatau Posco. Presiden didampingi Menteri Perindustrian MS Hidayat, Mendag Gita Wirjawan, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan sejumlah pejabat lainnya. Juga hadir Wakil Menteri Perdagangan Korea Selatan dan Duta Besar Korea Selatan untuk RI. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026