
Padang Panjang hibahkan Rp3 miliar untuk pemulihan Aceh pascabencana

Padang Panjang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menghibahkan dana sebesar Rp3 miliar untuk membantu pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, di Padang Panjang, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas antardaerah terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Ia menjelaskan dana hibah itu bersumber dari penyisihan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) tahun 2026 yang diterima dari pemerintah pusat. Dari total tambahan TKD sebesar Rp79,01 miliar, sebagian dialokasikan untuk membantu Aceh, sementara sisanya digunakan untuk mendukung program pembangunan serta penanganan pascabencana di daerah setempat.
“Ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. Semoga dapat membantu proses pemulihan dan meringankan beban masyarakat di Aceh,” kata Hendri.
Menurut dia, langkah tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi nilai penting dalam menghadapi bencana di Indonesia.
“Ketika satu daerah mengalami musibah, maka daerah lain memiliki tanggung jawab moral untuk turut membantu. Ini adalah semangat kebersamaan yang harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, seperti penyediaan logistik, perbaikan fasilitas umum, serta mendukung percepatan pemulihan pascabencana.
Hendri juga menyampaikan harapan agar masyarakat Aceh diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan cepat.
Penyerahan hibah tersebut disampaikan dalam kegiatan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 di Palembang, yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama sejumlah kepala daerah lainnya. (*)
Pewarta: Isril Naidi
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
