
Bulog Bukittinggi ungkap ketersediaan beras melimpah, gudang penyimpanan penuh

Bukittinggi (ANTARA) - Bulog Bukittinggi memastikan ketersediaan beras yang melimpah sesuai dengan cadangan beras pemerintah (CBP) yang secara nasional mencapai jumlah hingga 5 ton hingga gudang penyimpanan terisi penuh.
“Stok beras di gudang Bulog di seluruh wilayah Indonesia saat ini memang mencapai 5 juta ton. Untuk wilayah kerja Bukittinggi sendiri sebesar 3.000 ton beras, serta 322.990 liter minyak goreng” kata Pimpinan Cabang BULOG Bukittinggi, Romi Victa Rose, Sabtu (24/4).
Hingga saat ini, Bulog Bukittinggi telah menyerap 1.558 ton gabah dari petani, dan siap diolah untuk menjadi beras serta menambah gudang penyimpanan.
"Saat ini kapasitas gudang Bulog bahkan sudah penuh. Selain gudang-gudang yang berada di daerah Baso dan Lubuk Basung (Agam) serta Lubuk Sikaping (Pasaman), Bulog Bukittinggi juga telah menyewa du gudang tambahan dengan kapasitas 2.000 ton,” kata Romi.
Ia optimistis serapan gabah di wilayah kerja Bulog Bukittinggi akan terus meningkat. Menurut Romi, tingginya stok beras tidak hanya menjadi indikator keberhasilan produksi pangan nasional, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas harga di pasar.
Sebagai operator pemerintah dalam pengelolaan beras, Bulog juga terus mengoptimalkan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Gabah tersebut kemudian diolah menjadi beras untuk memenuhi berbagai program pemerintah.
Perum Bulog memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi melimpah. CBP secara nasional mencapai 5 juta ton itu menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah sejak Indonesia merdeka.
Romi mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
"Dengan cadangan yang kuat, Bulog berperan sebagai stabilisator harga, pengendali inflasi pangan, sekaligus penopang program pemerintah seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan (Banpang), hingga penanganan kondisi darurat dan bencana," katanya.
Di tengah ketidakpastian kondisi global yang berpotensi memicu kenaikan harga pangan, Bulog memastikan ketersediaan beras di dalam negeri tetap aman dan terkendali.
Romi mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras, karena pemerintah melalui Bulog telah menyiapkan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Kami pastikan pangan pokok, khususnya beras, dalam kondisi melimpah. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena beras Bulog siap digunakan sesuai ketentuan pemerintah, baik melalui program SPHP, bantuan pangan, maupun penugasan lainnya," pungkasnya.
Pewarta: Alfatah
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
