Logo Header Antaranews Sumbar

Pasaman Barat usulkan anggaran rehabilitasi lahan sawah ke Kementan

Selasa, 21 April 2026 19:35 WIB
Image Print
Bupati Pasaman Barat Yulianto (tengah) saat menghadiri rapat koordinasi nasional dengan Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/HO-DTPH Pasaman Barat. (Usulan dana rehabilitasi sawah)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengusulkan tambahan alokasi dana rehabilitasi lahan persawahan yang terdampak bencana alam ke Kementerian Pertanian.

"Usulan itu telah kita sampaikan ke Kementerian Pertanian (Kementan) saat rapat koordinasi nasional di Jakarta pada Senin (20/4)," kata Bupati Pasaman Barat Yulianto didampingi Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal di Simpang Empat, Selasa.

Menurutnya usulan yang disampaikan itu merupakan usulan kedua setelah usulan yang pertama telah dialokasikan dan sudah masuk tahap proses kontrak.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Afdal menjelaskan usulan itu adalah untuk bantuan Rehabilitasi sawah rusak sedang atau optimalisasi lahan seluas: 48 hektare, rehabilitasi atau optimalisasi lahan sawah rusak berat seluas 50 hektare, dam parit sebanyak lima unit dan bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 20 unit.

"Rehabilitasi lahan sawah itu merupakan lahan yang terdampak saat bencana alam akhir November 2025 lalu. Kita berharap usulan ini dapat dikabulkan dalam upaya menjaga ketahanan pangan di daerah," katanya.

Sedangkan untuk bantuan tahap pertama telah dialokasikan yakni rehabilitasi sawah rusak ringan atau optimalisasi lahan seluas: 172 hektare sedang proses kontrak.

Lalu bantuan DAM parit, sebanyak 10 unit dengan proses Survei Investigasi dan Desain (SID) dan bantuan optimalisasi lahan sawah reguler indeks pertanaman di bawah seluas 1.000 hektare dengan proses Survei Investigasi dan Desain (SID).

"Anggaran yang telah turun itu langsung ke rekening kelompok tani dan dikerjakan secara swakelola," katanya.

Bencana alam pada akhir November 2025 lalu di Pasaman Barat menyebabkan banyak lahan pertanian terdampak karena hantaman banjir dan lumpur.

Pemkab Pasaman Barat terus berupaya melobi pemerintah pusat untuk perbaikan dampak bencana alam dari berbagai sektor.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026