Logo Header Antaranews Sumbar

Solok bekali tenaga kesehatan penanganan ODGJ secara komprehensif

Senin, 20 April 2026 16:53 WIB
Image Print
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Solok dr Hiddayaturrahmi memberikan sambutan saat kegiatan pemkebakalan tenaga kesehatan penanganan ODGJ secara komprehensif di Kota Solok, Sumbar. ANTARA/HO-Diskominfo Solok

Solok (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solok, Sumatera Barat, memberikan pembekalan kepada tenaga kesehatan terkait penanganan masalah kesehatan jiwa dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di daerah tersebut secara komprehensif.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Solok dr Hiddayaturrahmi, di Solok, Senin, mengatakan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian integral dari kesehatan secara menyeluruh.

Menurut dia, permasalahan kesehatan jiwa masih menjadi tantangan, baik dari sisi penanganan maupun stigma di masyarakat.

“Peran tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan pelayanan yang tepat, cepat, dan manusiawi,” ujarnya.

Ia berharap para tenaga kesehatan yang telah diberikan pembekalan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani kasus ODGJ di lapangan secara lebih komprehensif.

"Tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan psikologis," ujar dia.

Menurut dia, penanganan yang dilakukan harus menyeluruh agar hasilnya lebih optimal.

Ia juga mengatakan pembekalan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa, khususnya dalam aspek deteksi dini, penanganan, hingga rujukan kasus.

Peserta juga mendapatkan materi terkait pendekatan komprehensif dalam penanganan ODGJ, termasuk kolaborasi lintas sektor.

Dalam pembekalan itu, Ketua Ikatan Psikolog Klinis Wilayah Sumatera Barat Ema Krisnawati menyampaikan materi mengenai peran tenaga kesehatan dalam pertolongan pertama pada luka psikologis (P3LP) atau first aider.

Menurut Ema, P3LP bukanlah terapi mendalam, melainkan kemampuan dasar petugas kesehatan untuk hadir, mendengarkan secara empati, dan memberikan rasa aman bagi individu yang mengalami tekanan psikologis.

“Melalui pendekatan ini, petugas kesehatan diharapkan mampu mengenali tanda-tanda distress psikologis sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik, sikap tidak menghakimi, serta kemampuan membangun kepercayaan dengan pasien dalam proses penanganan.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh petugas kesehatan penanggung jawab program kesehatan jiwa (keswa) dan napza, penanggung jawab UKS atau remaja, serta petugas puskesmas pembantu se-Kota Solok.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026