Logo Header Antaranews Sumbar

Baznas Agam salurkan zakat Rp703,5 juta bagi 229 mustahik

Kamis, 16 April 2026 18:48 WIB
Image Print
Ketua Baznas Agam Isman Imran bersama penerimaan zakat di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Humas Pemkab Agam

Lubukbasung (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyalurkan zakat sebesar Rp703,5 juta kepada 229 mustahik atau orang berhak mendapatkan di periode April 2026.

"Zakat kita salurkan kepada 229 mustahik atau orang yang berhak mendapatkan tersebar di 16 kecamatan," kata Ketua Baznas Agam, Isman Imran di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan penyaluran zakat dilakukan selama tiga hari di lokasi berbeda agar menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Hari pertama, Kamis (16/4), zakat disalurkan di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung sebesar Rp236,8 juta kepada 100 mustahik.

Selanjutnya, hari kedua Senin (20/4), penyaluran berlangsung di Aula Kantor Camat Kamang Magek dengan total Rp143,5 juta untuk 54 mustahik.

Sementara hari ketiga, Selasa (21/4), zakat disalurkan di Mushala Kantor Pelayanan Terpadu Belakang Balok sebesar Rp323,2 juta kepada 75 mustahik.

"Penyaluran zakat setelah proposal diusulkan ke Baznas Agam," katanya.

Ia menambahkan zakat yang disalurkan mencakup lima program unggulan Baznas Agam, yakni Agam Peduli, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Makmur dan Agam Taqwa.

Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, hingga penguatan ekonomi dan keagamaan.

"Penerimaan Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) selama Januari-Maret 2026 mencapai Rp3,61 miliar dan sebagian besar dialokasikan untuk program Agam Peduli, terutama dalam penanganan kebencanaan," katanya.

Sepanjang 2025, tambahnya total ZIS yang berhasil dihimpun Baznas Agam mencapai Rp15 miliar. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut.

Dalam pendistribusian zakat tersebut, Baznas Agam juga menyalurkan infak untuk Palestina Rp12,5 juta melalui Pemerintah Daerah Kabupaten Agam.

Sementara Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Sekretariat Daerah Agam, Yunilson mengatakan zakat yang diterima mungkin belum mampu menyelesaikan seluruh persoalan hidup, namun setidaknya dapat meringankan beban masyarakat.

“Gunakan zakat ini sesuai kebutuhan yang diajukan. Jika untuk pendidikan, manfaatkan untuk keberlangsungan sekolah anak-anak,” katanya.

Ia berharap masyarakat penerima zakat agar turut menjadi perpanjangan tangan Baznas dan pemerintah daerah dengan menginformasikan jika ada warga lain yang layak menerima bantuan.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026