
Pemkab Padang Pariaman salurkan bantuan usaha untuk 100 UMKM terdampak bencana

Parik Malintang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman, Sumatera Barat menyalurkan bantuan usaha untuk 100 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di daerah itu yang sebelumnya terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir tahun lalu.
"Kami ingin para pelaku UMKM tetap bangkit, terus berusaha, dan tidak kehilangan semangat,” kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis saat penyaluran bantuan tersebut di rumah dinas bupati setempat di Kota Pariaman, Selasa.
Ia mengatakan bantuan tersebut sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi masyarakat karena sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang harus terus diperkuat terutama dalam situasi pascabencana.
Oleh karena itu, lanjutnya pemerintah daerah terus memberikan bantuan, dukungan, dan pendampingan agar sektor UMKM segera pulih dan kembali produktif.
Ia menyampaikan meskipun bantuan tersebut tidak dapat sepenuhnya menggantikan kerugian yang dialami oleh korban bencana namun menurutnya merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang baru saja mengalami musibah.
Ia menyebutkan jenis bantuan yang juga hasil kerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Padang Pariaman tersebut yaitu berupa kompor gas, tabung gas, minyak goreng 5 liter, tepung terigu 5 kilogram, serta uang tunai sebesar Rp250 ribu untuk mendukung operasional usaha mereka.
Ia menambahkan sebelumnya Pemkab Padang Pariaman juga telah menyalurkan bantuan dari Komisi VII DPR RI dan mitra kerja senilai Rp500 juta untuk korban pelaku UMKM di Padang Pariaman yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Padang Pariaman, Hendri Satria mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses asesmen terhadap pelaku UMKM terdampak bencana yang dilakukan pada awal Januari 2026.
“Pada tanggal 8 Januari 2026 kami melakukan validasi dan verifikasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi riil para pelaku UMKM serta kebutuhan mereka agar bisa kembali berproduksi,” ujarnya.
Dari hasil asesmen tersebut, kata dia tercatat sebanyak 605 pelaku UMKM terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November hingga Desember 2025.
Dari jumlah itu, lanjutnya 424 UMKM bergerak di sektor perdagangan dan kuliner, 122 di sektor peternakan, sekitar 20 di sektor perikanan, serta beberapa lainnya di sektor ekonomi kreatif dan industri kecil.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
