Logo Header Antaranews Sumbar

UNAND kembangkan riset swasembada pangan berkelanjutan

Kamis, 12 Maret 2026 17:37 WIB
Image Print
Gedung Rektorat Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan riset swasembada pangan berkelanjutan dan hilirisasi komoditas pertanian.

"Pertanian pangan tidak mungkin maju tanpa inovasi. Banyak penelitian di perguruan tinggi yang sangat baik, tetapi kalau tidak ditarik menjadi kebijakan dan tidak masuk ke industri, maka hanya berhenti di atas kertas," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Padang, Kamis.

Kesepakatan perguruan tinggi bersama kementerian dan lembaga terkait menjadi langkah strategis untuk memperkuat lembaga riset dalam menghasilkan inovasi yang dapat langsung diterapkan di sektor pertanian, serta mendorong penguatan industri berbasis komoditas pangan nasional.

Andi Amran mengatakan sektor pertanian tidak dapat berkembang tanpa dukungan riset dan inovasi yang kuat. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah, akademisi, dan industri sangat penting agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut dia, sinergi antara riset dan kebijakan dapat menghasilkan dampak besar bagi pembangunan pertanian nasional. Sebagai contoh, berbagai kebijakan strategis di sektor pertanian yang lahir dari gagasan dan inovasi diterjemahkan pemerintah dalam bentuk regulasi dan program.

"Ketika inovasi masuk ke pemerintah dan diterjemahkan menjadi kebijakan, dampaknya bisa sangat besar bagi masyarakat. Inilah yang ingin kita dorong bersama melalui kolaborasi ini," ucapnya.

Sementara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan kolaborasi tersebut menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi lebih nyata dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Ia mengatakan selama ini banyak hasil penelitian di perguruan tinggi belum mampu menembus pasar karena kurangnya kolaborasi dengan dunia industri maupun pemerintah.

"Lebih dari 90 persen bahkan hampir 99 persen hasil penelitian di dunia akademik tidak berhasil masuk ke pasar komersial. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah dan industri menjadi sangat penting agar inovasi bisa benar-benar dimanfaatkan," kata dia.

Kesepakatan antara kementerian dan lembaga bersama perguruan tinggi itu mencakup koordinasi dan sinkronisasi program riset dan inovasi pada berbagai komoditas strategis seperti padi, jagung, kedelai, gandum, sorgum, bawang putih, sawit, kelapa, kopi, kakao, gambir, lada, pala, ayam, serta alat mesin pertanian, pupuk, pengolahan pascapanen, dan komoditas lainnya yang mendukung swasembada pangan berkelanjutan dan hilirisasi komoditas pertanian.

UNAND secara khusus mendapat mandat untuk fokus pada komoditas gambir dan upaya hilirisasinya. UNAND sendiri telah berhasil melakukan hilirisasi riset gambir dengan produksi tinta pemilu.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UNAND kembangkan riset swasembada pangan berkelanjutan



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026