Logo Header Antaranews Sumbar

Wow, Pegadaian kelola 141 ton emas hingga 2025

Jumat, 6 Maret 2026 20:50 WIB
Image Print
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyampaikan laporan bank emas dalam acara peluncuran Indonesia's Bullion Ecosystem Roadmap di Jakarta, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Bayu Saputra

Dari aktivitas tersebut, tercatat transaksi emas sekitar 4,8 ton atau setara dengan sekitar 50 persen dari total penjualan emas Pegadaian.

Ke depan, Pegadaian menargetkan peningkatan sertifikasi internasional bagi produk emasnya.

Penguatan ekosistem bullion bank juga akan didukung oleh pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) yang melibatkan sekitar 11 perusahaan di industri emas nasional. Asosiasi ini ditargetkan dapat diresmikan pada Juni 2026.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa jumlah nasabah bank emas (bullion bank) mengalami peningkatan yang signifikan dalam setahun terakhir, dari 3,2 juta orang pada Februari 2025 menjadi 5,7 juta orang pada saat ini.

Sebelumnya, bank emas resmi diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, yang mana PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi dua lembaga keuangan pertama yang memperoleh izin untuk menjalankan layanan tersebut.

"Jumlah yang digadaikan di Pegadaian, nilai emasnya meningkat menjadi 144,7 ton dari 94 ton. Mereka yang sudah memanfaatkan menjadi pinjaman juga naik sebesar 38,5 ton atau senilai Rp102 triliun. Demikian pula di BSI itu juga meningkat, sekarang sudah mencapai 22 ton," kata Airlangga.

Seiring dengan tren peningkatan tersebut, Airlangga mengamini bahwa salah satu faktor yang turut memengaruhi inflasi adalah meningkatnya pembelian emas.

Pada saat peluncuran bank emas, catat dia, harga emas masih berada di kisaran 3.000 dolar AS per ounce troy, sedangkan saat ini telah mencapai sekitar 5.000 dolar AS per ounce troy.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pegadaian kelola 141 ton emas hingga 2025

 



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026