Logo Header Antaranews Sumbar

Kabar baik, 91 persen pasar rakyat di wilayah bencana sudah beroperasi

Rabu, 18 Februari 2026 21:00 WIB
Image Print
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera pada Rabu di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (ANTARA/HO-Kemendag)

Sekitar 96 persen atau 368 gerai telah kembali beroperasi normal. Seluruh gerai ditargetkan pulih sepenuhnya pada akhir Februari 2026.

Budi memaparkan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah melakukan berbagai langkah percepatan pemulihan sarana perdagangan di wilayah terdampak bencana.

Upaya tersebut meliputi pendataan pasar terdampak melalui sistem Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana, pelaksanaan aksi bersih pasar bersama pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga, serta penyaluran 100 unit tenda darurat.

Selain itu, Kemendag mengusulkan anggaran revitalisasi pasar bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.

Terkait barang kebutuhan pokok di Sumatera Utara, kata Budi, harganya tercatat stabil dan berada di bawah rata-rata nasional.

Produk minyak goreng Minyakita juga dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET) sehingga membantu menjaga daya beli masyarakat di wilayah tersebut.

 

Sementara itu, di Sumatera Barat, harga barang kebutuhan pokok secara umum juga relatif stabil. Namun demikian, perlu perhatian khusus terhadap komoditas cabai, daging ayam, dan daging sapi yang berpotensi meningkat harganya seiring peningkatan permintaan masyarakat saat Ramadan.

"Untuk menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, Kemendag turut memperkuat koordinasi dengan ID FOOD dan Perum Bulog. Langkah ini untuk memastikan pasokan barang kebutuhan pokok di wilayah terdampak bencana tetap terjaga," imbuh Budi.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mendag: 91 persen pasar rakyat di wilayah bencana sudah beroperasi



Pewarta:
Editor: Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026