
Agam bantu paket seragam sekolah bagi 1.800 pelajar korban bencana hidrometeorologi

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat memberikan bantuan paket seragam sekolah bagi 1.800 pelajar yang menjadi korban bencana hidrometeorologi melanda daerah itu pada akhir November 2025.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan ke 1.800 pelajar itu berasal dari tingkat pendidikan PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA dan SMK.
"Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal bersama unsur pengarah BNPB Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja dan lainnya bagi 97 paket pakaian sekolah lengkap kepada SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Minggu (4/1)," katanya.
Melalui langkah-langkah ini, tambahnya Pemkab Agam berkomitmen memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan meskipun berada dalam situasi pascabencana.
Sementara Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menambahkan bantuan itu dapat memulihkan semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat memasuki semester baru.
“Dengan disalurkannya bantuan ini, semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah memasuki semester baru pascabencana,” katanya.
Ia mengakui, bantuan paket sekolah ini tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga bagi seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam.
“Ini sudah menjadi komitmen kita, bagaimana anak didik yang terdampak bencana sebulan lalu diberikan bantuan, supaya mereka tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri,” katanya.
Ia mengaku prihatin melihat kondisi anak-anak yang akan kembali masuk sekolah pascalibur semester, apalagi di tengah kondisi sekolah yang rusak bahkan masih ditempati pengungsi.
“Kita berupaya secepatnya membangun hunian sementara bagi pengungsi, agar sekolah-sekolah bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” katanya.
Terkait proses belajar mengajar, Pemkab Agam telah mengambil sejumlah kebijakan diantaranya dengan menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain, serta membangun sekolah darurat.
“Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini dimasa mendatang,” katanya.
Pewarta: Yusrizal
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
