Menunggu 12 tahun, bunga langka mekar sempurna di belakang rumah warga Agam (Video)

id Amorphophallus Titanum mekar ,Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Menunggu 12 tahun, bunga langka mekar sempurna di belakang rumah warga Agam (Video)

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra dan pemilik lahan Syahrial sedang melihat bunga bangkai Amorphophallus Titanum. Dok ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Satu individu bunga bangkai jenis Amorphophallus Titanum mekar sempurna pada hari ketiga di belakang rumah salah satu warga Sitingkah Tapi, Jorong Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Pemilik lahan, Asrial di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan di lokasi ini sudah lima kali mekar bunga bangkai jenis Amorphophallus paeoniifolius. Namun jenis Amorphophallus Titanum ini pertama kali mekar sempurna.

"Bunga bangkai ini pertama kali mekar sempurna setelah umbinya ditanam di belakang rumah semenjak 12 tahun lalu. Bunga ini mengeluarkan aroma cukup menyengat," katanya.

Ia menambahkan keberadaan bunga bangkai itu cukup ramai dikunjungi warga sekitar, pelajar, wali nagari setempat dan perangkat nagari setelah diunggah melalui media sosial oleh tetangganya.

Mereka cukup panasaran untuk melihat bunga tersebut secara langsung, karena baru pertama kali tumbuh dan mekar di daerah itu.

"Warga pada umumnya mengabadikan menggunakan telpon genggam miliknya," katanya.

Ia menceritakan awal mula bunga bangkai ini tumbuh berawal dari pihaknya melihat acara salah satu TV nasional, terkait peluang usaha di bidang porang.

Setelah itu, pihaknya mengambil umbi porang di Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari, Agam.

Namun tidak ada permintaan dari pelaku usaha di Jakarta, maka porang tersebut ditarok di belakang rumah, sehingga tumbuh dan mekar sempurna.

"Ada tiga lokasi yang saya tanam di belakang rumah dan tumbuh hanya satu titik dengan jarak hanya dua meter dari dapur," katanya.

Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Ade Putra mengatakan dari hasil identifikasi lapangan bunga bangkai ini jenis Amorphophallus Titanum dan mekar pada hari ketiga.

"Ini salah satu bunga langka di Indonesia dan bunga mekar pada hari ketiga sampai hari ke tujuh, setelah itu bakal layur dan membusuk," katanya.

Berdasarkan keterangan dari pemilik lahan, tumbuhan ini dibudidayakan semenjak 12 tahun lalu setelah umbi ditanam di belakang rumah.

Ini merupakan sesuatu yang luar biasa, karena dari catatan BKSDA di Indonesia saat ini baru dua warga yang berhasil membudidayakan bunga ini.

"Ini menjadi rekor terbaru, karena sudah tiga warga negara Indonesia yang berhasil membudidayakan bunga tersebut, karena sebelumnya warga Palupuh, Kabupaten Agam atas nama Joni Hartono dan LIPI," katanya.

Ia mengakui bunga ini beda dengan bunga rafflesia, karena bunga rafflesia tidak memiliki batang, daun dan lainnya. Sedangkan bunga bangkai memiliki daun, akar dan mengalami dua fase, yaitu fase vegetatif atau berdaun yang ditandai dengan adanya batang dan daun yang berlangsung sampai dua tahun.

Setelah itu, fase generatif atau berbunga yang berlangsung selama 7-10 hari.

Bunga bangkai termasuk puspa yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018.

Saat ini ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah Agam, yakni Amorphophallus Titanum, Amorphophallus Gigas, Amorphophallus Paoeniifolius, dan Amorphophallus Variabilis.

"Bunga tersebar di beberapa daerah di Agam, seperti Kecamatan Palembayan, Palupuh, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Matur, dan lainnya," katanya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.