Lubuk Basung (ANTARA) - Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat melakukan pemantauan hulu sungai yang berpotensi terjadinya banjir bandang di Kabupaten Agam, menggunakan drone dalam mitigasi bencana dan juga pengamatan lapangan.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, Rabu, mengatakan pemantauan ini untuk melihat potensi banjir bandang menggunakan drone dalam mendapatkan visual dari udara kondisi hulu sungai yang berada di kawasan hutan.
"Kita memantau kondisi hulu sungai berada di kawasan hutan terutama dengan kondisi kemiringan lebih dari 30 persen, atau kategori curam," katanya.
Ia mengatakan pemantauan yang dilakukan tersebut sebagai bentuk upaya mitigasi bencana, mengingat hulu sungai berada di kawasan hutan dan cuaca yang masih musim hujan.
Setelah itu permintaan mitigasi atau pemantauan hulu sungai besar di Agam seperti, Kecamatan Ampek Nagari, Tanjung Raya, Palembayan dan Palupuh.
Setidaknya sudah ada permintaan dari Wali Nagari Sitanang, Wakil Ketua DPRD Agam, Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Salareh Aia, wali nagari di Kecamatan Tanjung Raya
"Tentunya kita menyambut baik hal ini sebagai mitigasi bencana alam khususnya banjir bandang," katanya.
Ia menambahkan pemantauan telah dilakukan di hulu Sungai Batang Sitanang bersama pemerintah Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari, Selasa (9/12).
Dalam pemantauan itu, BKSDA Sumbar menemukan beberapa titik yang dapat diperkirakan menjadi bahaya bencana alam banjir bandang.
Nantinya hasil ini bakal dikoordinasi dengan instansi terkait bagaimana melakukan langkah selanjutnya, sehingga dapat diminimalisir agar dampaknya tidak terlalu besar.
Sementara Wali Nagari Sitanang, Taufik Saleh menambahkan pihaknya meminta BKSDA Sumbar untuk melakukan pemantauan di Jorong Batang Panjang dihulu sungai yang berada dalam kawasan hutan Cagar Alam Maninjau.
"Pemantauan dilakukan BKSDA Sumbar pada Selasa (9/12) sore dan menemukan beberapa titik tanah longsor menimbun hulu sungai. Kami sangat membutuhkan bantuan dan pendampingan dalam mencarikan solusi kedepan, agar tidak terjadi bencana cukup besar di nagari itu," katanya.
Ia mengakui pemantauan ini upaya pemerintah nagari bersama BKSDA Sumbar untuk melihat secara langsung kondisi hulu sungai yang berada di kawasan hutan.
Dimana diketahui curah hujan cukup tinggi terjadi pada Desember dan saat ini bencana alam melanda sejumlah daerah di Agam.
Untuk itu, Pemerintah Nagari Sitanang memastikan kondisi hutan atau hulu sungai di daerah tersebut apakah masih aman dari bencana banjir bandang.
"Makanya kita meminta bantuan ke BKSDA Sumbar melakukan Resor Konservasi Wilayah II Maninjau untuk memantau ke hulu sungai," katanya.
