Painan (ANTARA) - Pencarian terhadap Isil (29), warga Kampung Langgai, Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Kecamatan Sutera, yang hilang sejak tujuh hari lalu, berakhir duka. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (7/12/2025) sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Kampung Timbulun, Nagari Aur Duri Surantih.
Penemuan jenazah disampaikan oleh Babinsa Koramil 05/Batang Kapas Kodim 0311/Pesisir Selatan, Serka Syamsuripal. Ia mengatakan jenazah ditemukan mengambang oleh warga yang melintas di sekitar aliran sungai. Kondisi tubuh korban sudah tidak utuh, diduga akibat terlalu lama terbawa arus sungai yang deras.
Korban sebelumnya dilaporkan hilang pada Minggu (30/11/2025) setelah diduga hanyut saat menjala ikan di kawasan Air Sinduring, Dusun Duo Sakato. Saat itu, arus sungai diketahui sangat kuat akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Isil berangkat dari rumah sekitar pukul 06.00 WIB untuk menjala ikan seperti biasa. Namun hingga malam hari ia tak kunjung kembali, sehingga keluarga merasa khawatir dan melapor ke pihak kepolisian.
Kapolsek Sutera, Iptu Manatap Manik, membenarkan laporan kehilangan tersebut masuk pada Minggu siang pukul 12.10 WIB. Ia mengatakan laporan langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel untuk menyisir aliran Sungai Batang Surantih.
“Menurut keterangan keluarga, korban pergi menjala ikan pada pagi hari dan tidak kembali hingga malam. Warga yang ikut mencari menduga korban terseret arus karena kondisi sungai saat itu sangat deras,” ujarnya.
Tim gabungan dari Polsek Sutera, Babinsa, pemerintah nagari, dan warga setempat kemudian melakukan penyisiran di sepanjang sungai dan area sekitarnya. Wali Nagari Ganting Mudiak Utara Surantih, Zulhadi, turut mendampingi proses pencarian.
Setelah tujuh hari pencarian, kabar penemuan korban akhirnya diterima pada Minggu pagi. Warga yang menemukannya segera melapor kepada aparat setempat. Jarak antara lokasi hilangnya korban dan tempat ditemukannya jenazah cukup jauh, menunjukkan kuatnya arus sungai yang menyeret tubuh korban.
Identitas korban kemudian dipastikan oleh pihak keluarga. Data diri korban adalah:
Setelah proses identifikasi, jenazah dievakuasi oleh warga bersama anggota TNI dan kepolisian ke lokasi aman untuk pemeriksaan lebih lanjut. Meski kondisi jasad tidak utuh, keluarga menerima dengan lapang dada dan meminta jenazah segera diserahkan untuk dimakamkan.
Penemuan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Kampung Langgai. Warga yang sebelumnya turut melakukan pencarian tampak tak mampu menahan kesedihan saat mengetahui kondisi korban.
Suasana haru menyelimuti proses evakuasi. Sejumlah warga tampak membaca tahlil dan mengirim doa untuk almarhum. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang, terutama pada musim hujan ketika aliran sungai menjadi lebih berbahaya.
“Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga diberi ketabahan,” ucap beberapa warga yang hadir dalam proses evakuasi.
