Lubuk Basung (ANTARA) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan listrik di daerah terdampak banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyala pada Rabu (3/12) malam, karena telah memasang 36 ginset di daerah itu.
"Listrik menyala malam ini di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, menggunakan 36 ginset," kata Bahlil Lahadalia di Lubuk Basung saat meninjau lokasi banjir bandang di Salareh Aia, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Agam, Rabu (3/12).
Ia meninjau bersama Dirut PT PLN, Wakil Bupati Agam dan Tim Kementerian ESDM untuk memastikan evakuasi korban dan proses percepatan untuk penerangan listrik.
Di lokasi terdampak banjir bandang, katanya dari semenjak kejadian Kamis (27/11) sampai Rabu (3/12), listrik belum mengalir, karena seluruh tiang listrik dibawa arus banjir bandang.
Pada Rabu (3/12), baru mulai pemasangan tiang listrik, karena alat berat baru bisa masuk ke lokasi.
"Proses pemasangan tiang listrik membutuhkan waktu tiga hari.
Malam ini akan dipasang 36 ginset, sehingga malam ini listrik sudah nyala sambil menunggu tiang listrik yang direncanakan selesai tiga hari untuk Agam sampai Sabtu (6/12)," katanya.
Ia menambahkan semoga cuaca di Agam cerah, sehingga petugas bisa bekerja dalam pemasangan tiang.
Apabila hujan, tambahnya pemasangan tiang mendapatkan kendala, karena seluruh material diangkut menggunakan helikopter.
Ia mengakui, Sumbar berbeda dengan daerah lain, Tapanuli Tengah, Simbolga, Bireuen, Bandan Aceh sudah nyala pada Jumat malam.
Untuk di Sumbar, menyangkut BBM, LPQ lebih baik dari Sumut dan Aceh
disini problemnya hanya listrik dan nanti malam sudah hidup.
Selain meninjau lokasi banjir bandang, Bahlil Lahadalia juga mengunjungi posko pengungsian di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan di SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, sembari menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok bagi pengungsi, makanan untuk anak-anak dan lainnya.
