buk (ANTARA) - Sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat mutu Tridarma Perguruan Tinggi, LLDIKTI Wilayah X menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penelitian Dosen pada Kamis (30/10) yang lalu. Kegiatan yang diikuti oleh 174 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Sumatera Barat dan Jambi ini menjadi langkah strategis untuk mendorong dosen bertransformasi dari sekadar kompetitif menjadi lebih kolaboratif dan berdampak dalam bidang penelitian.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah X, Rahmi, mewakili Kepala Lembaga. Dalam sambutannya, Rahmi menegaskan bahwa peningkatan kapasitas dosen tidak hanya penting untuk memperkuat reputasi akademik, tetapi juga untuk meneguhkan posisi perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial.
“Bimtek ini adalah intervensi strategis kami untuk memastikan dosen memiliki kapabilitas taktis dalam merumuskan proposal riset yang tidak hanya scientifically sound (berbasis ilmiah), tetapi juga memiliki potensi dampak sosial dan ekonomi yang terukur,” ujar Rahmi.
Sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Ade Indra, M.T. dari Institut Teknologi Padang menyampaikan berbagai strategi untuk memperkuat kualitas riset dan membangun jejaring kolaborasi yang produktif. Materi yang dibawakan mencakup teknik penyusunan proposal penelitian kompetitif untuk hibah DRPM, BRIN, LPDP, hingga skema internasional; penguatan metodologi penelitian berbasis data dan teknologi terkini seperti Artificial Intelligence dan Big Data; serta strategi publikasi di jurnal internasional bereputasi (Q1/Q2) dan pengelolaan luaran penelitian berupa HKI, prototipe, maupun rekomendasi kebijakan.
Dalam sesi diskusi interaktif, para dosen berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjalankan penelitian di perguruan tinggi masing-masing. Antusiasme peserta terlihat sejak awal, terutama saat membahas peluang kolaborasi riset lintas institusi dan industri.
Beragam tanggapan positif datang dari peserta.: “Waktunya Diperpanjang, Materinya Sangat Relevan”. Respon ini menunjukkan bahwa kegiatan bimtek tidak hanya informatif tetapi juga inspiratif. Dosen dari Universitas Mercubaktijaya menilai bimtek ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengembangan karier dosen dan peningkatan kompetensi penelitian.
“Selain memperluas jejaring antar dosen, kegiatan ini juga memotivasi kami untuk lebih produktif dalam tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Universitas Fort De Kock mengapresiasi kualitas penyampaian materi dan relevansinya dengan kebutuhan dosen muda.
“Pemateri menyampaikan dengan sangat jelas, disertai contoh langsung publikasi jurnal, sehingga kami mudah memahami prosesnya,” ungkapnya.
Dari STTIND Padang, peserta menambahkan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan menulis dan publikasi ilmiah. Bahkan beberapa peserta dari Universitas Adzkia berharap kegiatan serupa dapat diperpanjang waktunya. “Materinya bagus sekali, tapi waktunya terasa sangat terbatas,” tulis mereka dalam lembar evaluasi.
Melalui kegiatan ini, LLDIKTI Wilayah X menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian yang unggul, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak nyata. Fasilitasi semacam ini diharapkan menjadi katalisator bagi dosen untuk meningkatkan kualitas proposal hibah nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat jejaring antar perguruan tinggi di wilayah kerja LLDIKTI X.
“Fasilitasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan daya saing dosen dalam kompetisi dana hibah nasional serta mendorong peningkatan indeks publikasi ilmiah pada jurnal bereputasi global,” tegas Rahmi.
Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah X menyampaikan apresiasi terhadap semangat para dosen yang terus berupaya meningkatkan kualitas penelitian. Ia menekankan bahwa kolaborasi riset lintas bidang dan lintas perguruan tinggi merupakan kunci untuk menghasilkan pengetahuan yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian yang kuat bukan hanya yang lolos hibah atau terpublikasi di jurnal bereputasi, tetapi yang mampu menjawab persoalan nyata bangsa. Kami mendorong dosen untuk membangun kolaborasi lintas kampus, memperluas jejaring, dan memastikan riset yang dilakukan benar-benar memberi dampak sosial, ekonomi, dan kebijakan.
Dengan semangat kolaboratif dan peningkatan kapasitas riset, LLDIKTI Wilayah X terus berkomitmen mewujudkan visi Kampus Berdampak. Kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
