Pemkab Pasaman Barat adakan GPM di Ujung Gading, Ketua GOW: Bisa penuhi kebutuhan pangan keluarga

id Pemkab Pasaman Barat,GPM di Ujung Gading,Pasaman Barat, Sumatera Barat

Pemkab Pasaman Barat adakan GPM di Ujung Gading, Ketua GOW: Bisa penuhi kebutuhan pangan keluarga

Antusias masyarakat mendatangi stand gerakan pangan murah di Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat, Kamis (6/11/2025). ANTARA/HO-Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat. (Gerakan pangan murah)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mengharapkan gerakan pangan murah yang diadakan bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan meringankan beban ekonomi rumah tangga di daerah itu.

"Selama bulan November ini gerakan pangan murah telah kita adakan di empat lokasi yang berbeda dengan menyediakan sejumlah komoditi pangan yang harganya lebih murah dari harga pasaran," kata Ketua Gabungan Organisasi Wanita Pasaman Barat Ny. Gusmalini M.Ihpan didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia di Simpang Empat, Kamis.

Menurutnya gerakan pangan murah itu telah diadakan di Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Simpang Empat Kecamatan Pasaman, Kecamatan Kinali dan hari ini Kamis (6/11) di Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang.

"Terima kasih kepada Bank Indonesia,

Bank Nagari, Perum Bulog, Kios Partisipasi dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Pasaman Barat yang telah mendukung penuh kegiatan ini," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ekadiana Oktavia menambahkan dari gerakan pangan murah itu antusias masyarakat cukup tinggi untuk membeli pangan yang disediakan.

Adapun komoditi yang disediakan adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga Rp63 ribu per lima kilogram, bawang merah dengan harga Rp22.000 per kilogram dan cabe merah dengan harga Rp50 ribu per kilogram.

"Untuk di Ujung Gading tadi sebanyak dua ton beras SPHP habis terjual, 100 kilogram bawang merah dan 100 kilogram cabe merah terjual," ujarnya.

Dia menyebutkan rata-rata item pangan yang dijual sudah di subsidi lebih 10 persen dari harga pasar.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah nagari (desa) tentang jenis kebutuhan pangan yang dominan dan perlu disubsidi serta dihadirkan di tengah masyarakat.

"Masyarakat saat ini membutuhkan beras, cabe, dan bawang karena harganya cukup tinggi di pasaran," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.