Simpang Empat (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pasaman, Sumatera Barat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana kepada ratusan masyarakat ditiga lokasi Kecamatan Kinali.
"Sosialisasi dan pelatihan ini juga diikuti dengan praktik langsung oleh peserta dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat dalam persiapan menghadapi bencana," kata Koordinator Pos SAR Pasaman (OSC) Novi Yurandi di Simpang Empat di Simpang Empat, Kamis.
Menurutnya pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana itu dilakukan di tiga lokasi yakni di Jorong Bandua Balai dengan 118 orang peserta, di Jorong Tanjung Medan dengan 118 orang dan di Jorong Ujung Pandang Kinali dengan 118 orang.
"Pesertanya berasal dari masyarakat, perangkat nagari (desa), pemuka agama adat, kader posyandu, anggota kelompok siaga bencana dan relawan," katanya.
Adapun materi sosialisasi yang diberikan berupa pengenalan bencana, penanganan bencana skala nagari (desa), evakuasi mandiri, pertolongan pertama pada korban terdampak bencana dan lainnya.
"Kita berharap dengan adanya sosialisasi ini bisa membuat pengetahuan masyarakat menghadapi bencana akan lebih siap. Mitigasi bencana harus terus dilakukan ke masyarakat," katanya.
Wakil Bupati Pasaman Barat M.Ihlan mengatakan Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi tinggi terhadap bencana alam, seperti banjir, longsor, dan gempa bumi.
Oleh karena itu, katanya, Pemkab Pasaman Barat terus berupaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan memperkuat koordinasi lintas sektor.
"Melalui kebersamaan dan sinergi antara pemerintah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan masyarakat. Kita dapat menghadapi potensi bencana dengan lebih tangguh. Setiap nagari sudah memiliki Kelompok Siaga Bencana dan tim ini akan terus kita perkuat agar lebih solid di lapangan," ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan sigap terhadap perubahan cuaca ekstrem serta aktif memperoleh informasi resmi dari pemerintah nagari maupun media terpercaya.
