Logo Header Antaranews Sumbar

Kodim 0305/Pasaman sosialisasikan pencegahan radikalisme di Kinali

Kamis, 16 Oktober 2025 18:00 WIB
Image Print
Personel Kodim 0305/Pasaman saat memberikan sosialisasi kepada masyarakat Katiagan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat tentang bahaya radikalisme dan terorisme. ANTARA/HO-Kodim 0305/Pasaman.

Simpang Empat (ANTARA) - Komando Distrik Militer (Kodim) 0305/Pasaman, Sumatera Barat memberikan sosialisasi pencegahan paham radikal dan terorisme kepada masyarakat Katiagan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Potensi dan ancaman terorisme bisa mengganggu ketertiban masyarakat serta ancaman pidana yang bisa menjerat pelaku terorisme itu sendiri. Untuk itu masyarakat harus mengetahuinya," kata Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0305/Pasaman Kapten Inf Jarmen Sinaga, Kamis.

Menurutnya, sosialisasi itu diikuti oleh tokoh masyarakat, puluhan pemuda dan remaja di Nagari Katiagan Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Dia mengatakan ancaman masuknya paham radikal bisa terjadi dari berbagai kalangan masyarakat. Masyarakat harus selektif dalam menerima ajakan maupun melakukan kegiatan yang terlarang.

"Bahaya paham radikal atau terorisme berdampak terhadap diri sendiri, kehidupan bermasyarakat hingga berpotensi gangguan negara," katanya.

Setiap warga negara, katanya, diminta ikut berpartisipasi melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing jika melihat atau menemukan potensi paham radikal maupun aliran yang menyimpang.

"Sebagai antisipasi hal tersebut, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas baik Bintara Pembina Desa (Babinsa) maupun ke Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) hingga kepada tokoh masyarakat setempat," imbaunya.

Sebagai langkah meningkatkan pengetahuan, masyarakat diberikan beberapa metode untuk mengenali paham radikalisme atau kegiatan terorisme sehingga bisa mendeteksi diri secara langsung serta tidak terlibat dengan kelompok yang melanggar hukum.

"Selain paham ideologi, beberapa kegiatan seperti penggalangan dana kegiatan lainnya juga berpotensi dimasuki oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Mari kita bersama-sama mendeteksi faham radikal atau potensi terorisme," ujarnya.

Salah seorang peserta Hendra (40) mengaku mendapatkan informasi baru tentang potensi dan mengenali ciri-ciri gerakan terorisme atau radikalisme.

Ilmu baru ini tentunya akan menjadi tameng bagi dirinya dan anggota keluarga, serta mengajak semua masyarakat untuk mendeteksi secara dini tentang adanya pengaruh maupun aliran yang menyimpang.

Menurutnya, dengan adanya sosialisasi ini tentunya dapat mengimplementasikan di tengah masyarakat.

"Terima kasih banyak kepada personil TNI yang sudah memberikan ilmu kepada masyarakat. Kegiatan TMMD tidak hanya sekedar pembangunan fisik, tapi juga memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi gangguan keamanan," katanya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026