Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman luncurkan 'nagari tangguh bencana' langkah kongkrit lindungi masyarakat

Minggu, 7 September 2025 18:19 WIB
Image Print
Bupati Pasaman Welly Suhery bersama Ketua DPRD Nelfri Asfandi saat meluncurkan program Nagari Tangguh Bencana di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping baru-baru ini.ANTARA/Heri Sumarno

Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman resmi meluncurkan program 'Nagari Tangguh Bencana' sebagai bagian dari percepatan program unggulan 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Pasaman lima tahun kedepan, Minggu.

Bupati Pasaman Welly Suhery menegaskan bahwa pembentukan nagari (desa) tangguh bencana bukan sekadar seremoni, melainkan implementasi nyata amanat hukum sebagaimana tertuang dalam peraturan pemerintah nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Melindungi masyarakat dari bencana bukanlah pilihan, melainkan kewajiban hukum yang melekat pada pemerintah secara bertingkat. Hal ini juga ditegaskan dalam Permendagri Nomor 101 Tahun 2018 yang mengatur pemenuhan SPM, khususnya dalam urusan kebencanaan,” ujar Bupati Welly Suhery.

Bupati menjelaskan, pelayanan dasar yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah dalam urusan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

"Meliputi penyediaan informasi rawan bencana, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penyelamatan dan evakuasi korban bencana maupun kebakaran," kata Welly Suhery.

Daerah Kabupaten Pasaman sendiri kata dia menghadapi potensi 9 jenis bencana dengan indeks ketahanan daerah yang masih rendah (0,31) serta indeks risiko tinggi (177,65).

"Pasaman merupakan wilayah yang rawan akan beberapa potensi bencana alam, antara lain gempa bumi, banjir, tanah longsor, banjir bandang, abrasi, angin kencang, badai, dan puting beliung. Makanya harus kita lakukan mitigasi bencana dari level pemerintahan terendah yaitu nagari (desa)," katanya.

Potensi-potensi bencana ini disebabkan oleh karakter geografis yang beragam seperti pegunungan, serta faktor-faktor seperti curah hujan tinggi dan penebangan hutan.

Kondisi ini, kata Bupati, menuntut nagari sebagai garda terdepan pemerintahan untuk memperkuat kelembagaan siaga bencana.

“Saat ini dari 62 nagari, 50 telah membentuk Nagari Siaga Bencana dan 4 di antaranya sudah berstatus Tangguh Madya. Namun masih ada nagari yang belum memiliki kelembagaan siaga bencana. Saya menegaskan seluruh nagari wajib segera membentuknya demi keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penetapan Nagari Tangguh Bencana tidak boleh berhenti pada seremoni.

"Nagari harus mampu mengenali ancaman, menyiapkan rencana kesiapsiagaan, bertindak cepat saat darurat, serta melakukan pemulihan pasca bencana," katanya.

Disisi lain, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pasaman Wenny Thamsil mengatakan bahaya mengancam masyarakat antara lain banjir, longsor dan kayu tumbang di sepanjang jalan lintas.

"Saat ini cuaca ekstrim tengah melanda Pasaman dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Untuk itu kami minta kepada masyarakat tetap waspada, baik banjir, longsor dan kayu tumbang," terang Wenny Thamsil.

Dia mengatakan untuk daerah rawan banjir tersebar disejumlah daerah di Pasaman yang umumnya berada dipinggiran bantaran sungai-sungai besar.

"Waspadai luapan arus sungai-sungai besar yang ada di Pasaman baik daerah Bonjol, Lubuk Sikaping, Panti, dan Rao Selatan. Untuk masyarakat yang bermukim dipingiran sungai besar agar meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Ia juga meminta masyarakat yang bermukim di daerah pinggiran tebing, diminta waspada bila terjadi hujan lebat.

"Untuk waspadai terjadinya longsor. Sebab daerah Pasaman yang banyak dihuni masyarakat dikawasan perbukitan yang lereng rawan terjadi longsor," katanya.

BPBD Pasaman bersama stakeholder terkait kata dia terus berupaya memberikan mititasi bencana kepada masyarakat untuk menekan angka korban jiwa.

"Kami personil BPBD selalu waspada saat bencana alam tiba dengan personil. Kemudian kami juga rutin melakukan edukasi dan mitigasi bencana bersama pemerintah nagari (desa) khususnya yang rawan bencana alam. Agar bencana alam yang terjadi tidak menelan korban jiwa," katanya.

Pemerintah daerah kata dia juga terus mengupayakan penghijauan kembali daerah yang gundul akibat penebangan liar dan pembukaan lahan baru.

"Terakhir bersama komunitas Sayang Bumi Pasaman kami melakukan penanaman 500 batang tanaman dikawasan embung bubusan Kecamatan Simpati untuk penghijauan. Program penghijuan ini juga melibatkan dinas kehutanan agar memberikan dampak yang lebih luas ditengah-tengah masyarakat," katanya.



Pewarta:
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026