
Pemkot Pariaman upayakan bantu 60 UMKM pada 2025 meski alami keterbatasan anggaran

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengupayakan akan memberi bantuan untuk 60 pelaku (usaha mikro kecil dan menengah) UMKM di daerah itu pada 2025 meski pemerintah setempat mengalami keterbatasan anggaran.
"Kemampuan keuangan kita terbatas, dan tidak semua bisa direalisasikan hari ini," kata Wali Kota Pariaman, Yota Balad di Pariaman, Sabtu.
Oleh karena itu, lanjutnya bantuan melalui program Satu Keluarga Satu Industri Rumah Tangga tersebut dijalankan secara bertahap hingga dalam lima tahun ke depan banyak pelaku usaha merasakan dampaknya.
Ia menjelaskan program tersebut tidak saja menyasar pelaku UMKM yang sudah berjalan namun juga terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar usahanya semakin berkembang sehingga perekonomian mereka terangkat.
Yota mengatakan dalam menjalankan program tersebut pihaknya tidak saja memberikan bantuan alat produksi namun juga pelatihan untuk menambah keterampilan serta pendampingan.
Menurutnya dengan program tersebut berjalan maka akan tercipta lapangan kerja mandiri dan peningkatkan perekonomian lokal dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar.
"Dengan fokus pada usaha yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, program ini diharapkan mampu mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi setiap keluarga, sekaligus memperkuat jejaring usaha mikro yang saling mendukung," katanya.
Ia berharap program yang diluncurkan pada Jumat kemarin tersebut dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Selain itu, tambahnya program ini juga berkontribusi pada pemberdayaan perempuan karena seringkali perempuan menjadi penggerak utama dalam industri rumah tangga.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
