Pengamat: Penghina Pengadilan Harus Mendapat Sanksi Tegas

id Pengamat: Penghina Pengadilan Harus Mendapat Sanksi Tegas

Padang, (Antara) - Pengamat sekaligus akademisi dari Fakultas Hukum Universitas Andalas (Unand) Padang Frenadin Ade Gustara, mengatakan bahwa orang yang melakukan penghinaan terhadap pengadilan harus mendapat hukuman dan sanksi yang tegas.

"Merusak jalannya suatu sidang yang sedang berlangsung dengan melakukan perusakan sarana, dan naik ke meja merupakan suatu pelanggaran hukum yang berdampak pidana,"kata dia di Padang, Senin.

Menurut dia, melampiaskan emosi atau protes terhadap suatu keputusan hukum bukanlah hal yang salah.

Namun ini menjadi salah bila si pelaku melakukan pelanggaran dalam penyampaian aspirasinya tersebut.

Apalagi bila melakukan suatu ancaman atau kegiatan yang meresahkan tentunya bisa mendapat hukuman yang membuat jera.

Meskipun aspirasi yang dibawanya mewakili kepentingan orang banyak.

Lebih lanjut kata Frenadin, dalam pengadilan suatu sidang apapun peserta Sidang harus tetap mematuhi hukum, sekalipun lembaga itu sedang bermasalah.

Dia mencontohkan pelanggaran yang terjadi pada sidang Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Seharusnya para pelaku itu sabar menunggu hingga sidang selesai dan keputusan didapatkan.

Pada masa pasca sidang inilah segala aspirasi dan protes bisa dilayangkan jika memang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Namun dalam prosesnya tetap mengikuti prosedural hukum yang berlaku, kata dia.

Di sisi lain dia mengatakan bahwa pelanggaran pengadilan ini dapat terjadi akibat adanya keputusan yang tidak jelas.

Para pelaku pelanggaran ini mungkin jengah dan bosan dengan keputusan pengadilan yang cenderung membela satu pihak dan merugikan yang lainnya.

Untuk itu dia berharap agar lembaga hukum untuk melakukan sidang pengadilan yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan.

Serta bijaksana dalam menghasilkan keputusan yang jelas dan dapat diterima berbagai pihak, ujarnya. (**/den)
Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar